Lo pernah nggak sih ngerasa, "Ahh tidur 5-6 jam mah udah cukup lah"? Nah, sebuah studi terbaru dari Columbia University Vagelos School of Medicine bakal bikin lo thinking twice. According to penelitian yang dipublikasikan di Annals of Internal Medicine ini, kurang tidur—even yang mild alias yang kelihatannya nggak bahaya—beneran bisa bikin berat badan lo naik. Dan bukan cuma naik dikit, tapi ada dampak nyata ke tubuh lo.
Metode Studinya Gimana Sih?
Tim riset yang dipimpin oleh Prof. Marie-Pierre St-Onge—ahli nutritional medicine dari Columbia—ngambil 95 partisipan dewasa yang biasanya udah tidur minimal 7 jam per hari. Mereka dibagi jadi dua periode: 6 minggu pertama, partisipan diminta untuk nunda waktu tidur 90 menit dari biasanya. 6 minggu kedua, mereka tidur kayak biasa. Selama study, tim riset monitor sleep duration dan physical activity pake wrist-worn monitors, plus ngukur berat badan, waist circumference, body composition, dan hormon appetite kayak leptin.
Hasilnya? Lo Bakal Kaget.
Pas periode kurang tidur (reduced by ~80 minutes), rata-rata berat badan partisipan naik sekitar 0,45 kilogram—alias hampir setengah kilo. Yep, dalam 6 minggu doang. Kalau di-extrapolate ke satu tahun? Bayangin aja efek kumulatifnya. Tapi wait, ada yang lebih interesting lagi: sedentary time alias waktu duduk naik 17 menit per hari. Untuk laki-laki dan postmenopausal women? Naik hampir 30 menit per hari. Jadi bukan cuma makan lebih, tapi lo juga jadi lebih males gerak.
Yang bikin mind-blowing, level leptin—hormon yang seharusnya suppresses appetite—justru lebih tinggi pas kurang tidur. Ini contradict teori sebelumnya yang bilang kurang tidur bikin hormon berantakan dan lo jadi overeating. Menurut Prof. St-Onge, mekanisme di balik naik berat badan ini masih perlu diexplore lebih lanjut, tapi yang jelas, kurang tidur tetap = bad news buat tubuh.
Studi Sebelumnya Juga Kasih Warning
Bukan cuma satu studi doang, nih. Penelitian lain di subset yang sama (38 wanita) nunjukin bahwa sleep restriction 80 menit per malam selama 6 minggu bikin insulin resistance naik—yang artinya risiko type 2 diabetes jadi lebih tinggi. Efeknya paling kerasa di postmenopausal women. Plus, ada studi lain yang nemuin kalau kurang tidur bikin immune cells lebih likely untuk migrate ke sites of inflammation. Intinya, kurang tidur tuh bukan cuma soal ngantuk atau bad mood, tapi beneran impact ke metabolic health dan immune system.
Geek Opinion: Jadi Gimana Dong?
Jadi intinya, kalau lo tuh tipe yang suka "masih bisa tidur lagi nanti" atau begadang buat nge-grind gaming atau nonton series, mungkin udah waktunya lo reassess. Prof. St-Onge bilang langkah selanjutnya adalah nge-find out apa sih benefit yang bisa didapet orang-orang yang chronically sleep-deprived kalau mereka improve sleep duration mereka. Semua temuan ini challenging banget buat modern lifestyle yang sering prioritize work, entertainment, atau social media daripada tidur.
Lo sekarang udah berapa jam tidur per malam? Hitung-hitungan sederhana nih: kalau kurang 90 menit per hari dari yang seharusnya, dalam seminggu lo udah defisit tidur hampir 11 jam. Gampang kan ngitungnya—tapi dampaknya? Jauh dari simpel. Jadi, next time sebelum lo gaspol till 3 AM, pikirin lagi deh dampaknya bukan cuma eye bags tapi juga berat badan yang nambah.
Artikel ini originally terbit di Wired Japan dan sudah diterjemahkan dari bahasa Jepang.



