Oke jadi近日 banget nih berita soal Thomas Tuchel dan masa depan Three Lions. Jadi gini, meskipun Inggris baru aja gigit jari di semi-final Piala Dunia 2026 melawan Argentina dengan skor 2-1, Tuchel tetap nope banget buat mundur. Dia bahkan udah誓termasuk banget dan bilang kalau dia "100% committed" buat membawa Inggris ngejar gelar di Euro 2028 nanti. No obat, ini coach emang udah fix stay di kursinya.
Analisis Dalaman: Sistem Bukan Masalah, Player Passivity Yang Kebablasan
Nah ini yang menarik. Tuchel maintain kalau sistem yang dia pake bukan biang kerok kegagalan di Atlanta kemarin. Menurut dia, masalahnya ada di passivity (ke pasifan) para pemain setelah Anthony Gordon membuka skor di menit ke-55. "We got too passive within our structure," bilang Tuchel. Jadi meskipun udah lead 1-0, tim malah turun tangan dan gak bisa kontrol bola. Ini yang bikin Argentina balik dan cetak dua gol di injury time.
Ada moment krusial di menit ke-64 ketika Lionel Scaloni (coach Argentina) rotate dengan masukin Nico González untuk Leandro Paredes dan switch ke formasi 4-2-4. Intinya? Argentina nge-pushfull gas dan hasilnya? two late goals yang bikin Inggris seda. Tuchel bilang timnya cuma punya 12% possession antara gol Gordon dan gol penentu Lautaro Martínez. twelve percent doang bro, bayangin.
Turning Point: Gordon Keluar, Konsa Masuk
Ini yang jadi sorotan banyak orang. Di menit ke-72, Tuchel pull out Anthony Gordon dan masukin Ezri Konsa (centre-back) buat nge-back five. Secara optics sih emang keliatan kayak defensive retreat, tapi Tuchel argue kalau masalahnya udah mulai sebelum itu—specifically setelah gol Gordon pas masih 4-2-3-1. "It was never the plan but it happened," tegas dia. Fakta bahwa Inggris cuma bisa bertahan dan gak bisa ngontrol permainan udah keliatan dari early stage.
FA Tetap backing Tuchel
Yang bikin situasi ini makin interesting, FA (Football Association) tetep di belakang Tuchel. Mark Bullingham (CEO FA) aja langsung kasih appreciate ke tim habis final whistle. "It is heartbreaking to be so close," katanya. Ada juga konteks soal schedule yang brutal—Inggris udah ngadepin 13 flights sejak awal tournament, plus main di heat dan altitude (Mexico City). Semoga aja Euro 2028 (yang akan England co-host) bisa lebih straightforward ya.
Geek Opinion: Tuchel Emang Stay, Tapi Banyak PR Nih
Personal opinion sih, ini coach emang udah buktiin profesionalisme tinggi dengan tetep stay walau under fire. Tapi ya jujur, PR (pekerjaan rumah) dia masih banyak banget. Utama adalah meningkatkan ball possession dan control permainan. Tuchel sendiri bilang "It's maybe not in our DNA like it is in the Spanish DNA or the Argentinian or Brazilian DNA" yang mana emang menyakitkan tapi emang faktual. Euro 2028 masih 2 tahun lagi, jadi masih ada waktu buat upgrade skill dan mental tim. Kita nonton aja developmentnya—siapa tau this time kali ini Inggris finally bisa "conquer the extra level" yang dia bilang.



