Yap, jadi kabar yang cukup unexpected nih buat lo yang nungguin Uber launch di negara-negara Eropa. Sebelumnya, Uber udah announce rencana ambisius buat masuk ke tujuh pasar baru di Eropa tahun 2026. Tapi siapa sangka, ternyata lima dari tujuh launch tersebut kini harus di-pause dulu.
Pasar yang Kena Dampak
Negara-negara yang harus gigit telor include Austria, Norway, dan Greece. Financial Times nge-break news ini, dan Uber sendiri kayak nya nggak terlalu excited ngomongin hal ini. Mereka cuma bilang kalo launch di Finland dan Denmark berjalan "huge success", jadi sekarang mau fokus ngembangin pasar yang udah ada dulu. classic move sih sebenernya, tapi tetep aja jadi red flag buat yang udah nungguin.
Akuisisi Delivery Hero Jadi Faktor Utama?
Nah, ini yang lebih menarik. Bukan cuma soal strategi biasa, tapi ada drama akuisisi di baliknya. Uber lagi ng usahain buat acquire Delivery Hero, sebuah perusahaan Eropa yang menolak tawaran Takeoverseharga 10 miliar euro di Mei lalu. Yep, lo denger benar — 10 miliar euro buat sebuah perusahaan delivery.
Industry sources bilang, kalo Uber terus gaspol ekspansi ke Eropa sementara lagi negotiationserve akuisisi Delivery Hero, ini bisa jadi masalah besar. Kenapa? Soalnya Delivery Hero operate layanan delivery di beberapa negara target ekspansi Uber. Jadi kalo dua-duanya masuk pasar yang sama waktu bersamaan, antitrust concerns bakal makin runyam.
Move Strategis atau Malah Kalah Momentum?
Dari perspektif bisnis, langkah Uber ini sebenernya masuk akal sih. Mereka lagi negoin akuisisi yang worth billions euro, jadi lebih baik乖乖 (hmm, nggak, salah) — lebih baik fokus dulu daripada bikin masalah regulasi yang bisa menggagalkan deal. Tapi di satu sisi, kompetitor kayak Bolt dan FreeNow mungkin lagi senyum-senyum nonton Uber stumble gini.
Gue pribadi think ini move yang cukup defensif tapi necessary. Uber udah terlalu besar buat sembarangan, dan regulator Eropa bukan main-main soal monopoli. Mending pelan-pelan daripada kena backlash besar.
Yang jelas, kita tungguin aja kelanjutannya. Kalau akuisisi Delivery Hero berhasil, ini bakal jadi salah satu deal terbesar di industri delivery Eropa. Tapi kalau gagal? Nah, itu cerita lain.



