Lo tau nggak sih, drama antara UEFA sama FIFA emang gak ada habisnya? Nah, kali ini UEFA beneran gaspol dan tetap ngotot buat boycott even-even FIFA, meskipun si bos FIFA alias Gianni Infantino udah nyodorin permintaan maaf.
Kronologi Singkat: Jadi gini ceritanya, UEFA yang merupakan governing body sepak bola Eropa udah ngeluarin ancaman boycott ke turnamen-turnamen yang dikelola FIFA. Ini muncul setelah Infantino coba lancek proyek kontroversial namanya FIFA Forward Enterprise (FFE) — yang intinya mau menjual hak kepemilikan dan governance Piala Dunia ke pihak private. Wah, red flag banget kan? Setelah mendapat tekanan besar, Infantino akhirnya cabut proyek FFE dan minta maaf. Tapi UEFA bilang, "Sorry bro, itu doang gak cukup."
Kenapa UEFA Belum Puas? Dalam statement resminya, UEFA nge-list dua syarat yang harus dipenuhi buat cabut ancaman boycott:
- Pertama, semua proposal terkait penjualan hak kompetisi utama harus dicabut permanent — ini udah dilakukan Infantino
- Kedua, harus ada jaminan kalau upaya "mendistorsi dunia sepak bola" kayak gitu gak bakal terjadi lagi — nah ini yang BELUM ada
Selain itu, UEFA juga explicit bilang kalau mereka udah kehilangan kepercayaan terhadap kepimimpinan Infantino. Statement UEFA bilang: "Yesterday's announcement that some people employed by the FIFA president (and whose careers depend on his favour) agree with him changes nothing." Yoi,intinya cuma staff-staff Infantino doang yang nyetak agree, gak ada yang signifikan.
Geek Opinion: Dari perspektif governance dan integritas organisasi, sih ini adalah momen yang cukup krusial buat dunia sepak bola. Kasus FFE ini nunjukin gimana power concentration di satu orang bisa berbahaya banget. FIFPro (union pemain global) juga ikut komen dan bilang ini "profound abuse of presidential power" — alias penyalahgunaan kekuasaan yang parah.
Menariknya, Arsène Wenger yang biasanya kalem juga ikut buka suara dan decline undangan ke Morocco buat distance diri dari Infantino. Ini jadi sinyal kuat bahwa ada retakan di internal FIFA sendiri.
Kalau dari sisi lo sebagai fans, ancaman boycott ini serius banget lo. Soalnya kalau sampai terjadi, kompetisi seperti Under-20 Women's World Cup yang bakal dimulai di Polandia September nanti bisa jadi korban pertama. Jadi siapkan popcorn-nya, karena drama ini masih jauh dari kata selesai!



