Lo tau gak nih, Volkswagen Group lagi hitungan mundur buat survive? Yup, raksasa mobil asal Jerman ini baru aja umumin kalo mereka bakal potong jumlah model yang mereka tawarin sampai 50%. Alias separuh dari lineup yang ada bakal ditelen. Honestly, ini bukan drama biasa—ini udah kayak "final boss" level buat VW Group.
Biar lo ngerti betapa parahnya:
- Penjualan Q2 2025 turun 8.6% secara global
- Di China, pasar yang seharusnya jadi cash cow? Turun 36.6% cuma dalam 3 bulan
- Year-to-date juga minus 6.3%, jadi gak ada yang bisa di-claim sebagai "momentum positif"
Marcos Schubert, exec VW Group buat sales, bilang kalo situasi di China emang "challenging" banget. Meskipun mereka udah ngeluarin kendaraan listrik lokal yang baru, tetep aja gak bisa nahan hemorrhaging sales. Pasar China secara keseluruhan turun sekitar 20%, dan VW kejebak di situ semua.
Region Lain: Silver Lining Atau Cuma Sedikit?
Tenang, gak semuanya gloom and doom kok. Ada beberapa region yang actually performing:
Latin America: +9.4% di Q2, +8.3% year-to-date. Not bad, bro!
Europe: Central & Eastern Europe naik 6.7% di Q2, 7.2% year-to-date. Western Europe lebih calm, naik 1.8%.
North America: Tumbuh 7.7% di Q2, tapi year-to-date masih minus 3.1%. They blamed "tariff situation" dan perubahan regulasi—klasik.
Tapi yang paling mindblowing? VW brand di AS naik 24.9% di Q2! Tiguan specifically naik 152.5%. ID. Buzz juga naik 121.5% (dari 564 jadi 1.249 unit). That’s huge growth, guys.
Porsche Jeblok, Tapi 911 Selalu Raja
Ini yang bikin melongo: Porsche sales turun lagi. Mereka jual sekitar 3.000 unit lebih sedikit di Q2. Hampir semua model down, KECUALI 911. Si sportscar legendaris itu naik 39.4% di Q2 dan 56.3% year-to-date. Jadi kalo lo mau survive di VW Group ecosystem, apparently lo harus jual 911. That’s the move.
Audi? juga struggle. Sales down 3% di Q2, dan year-to-date minus 17%. Ouch.
VW Group Mau Ngapain Sekarang?
Rencananya straightforward tapi brutal:
- Potong lineup sampai 50% — separuh model mati
- Model yang survive cuma punya 75% lebih sedikit opsi — goodbye customization
- Kurangi kapasitas produksi dari 12 juta jadi 9 juta unit per tahun
Mereka mau fokus ke "products and technologies yang deliver greatest added value." Basically, survival mode: activated.
Ada rumors kalo VW bakal tutup 4 pabrik dan PHK 100.000 karyawan. That’s insane. That number alone udah lebih besar dari populasi beberapa kota kecil di Indonesia.
Geek Opinion: Apa Yang Terjadi?
VW Group lagi ngalamin perfect storm: tarif baru, regulasi yang berubah-ubah, dan competition dari brand China yang makin agresif di segmen EV. Mereka invest besar-besaran di early 2020s buat naikin kapasitas ke 12 juta unit, tapi sekarang malah harus mundur.
Apakah strategi potong lineup ini bakal berhasil? Tough to say. Tapi satu hal yang jelas: era VW Group sebagai "one size fits all" automotive conglomerate udah selesai. They need to be leaner, meaner, and actually competitive in key markets.
Yang menarik? Di tengah semua chaos ini, brand VW di AS justru naik signifikan. Jadi ada hope—lo cuma perlu tau market mana yang harus di-prioritasin.
Lo,觉得 VW Group 能 survive 吗?— wait, sorry, salah konteks. Maksud gue: lo thinks VW Group bisa balik ke jalur, atau ini udah beyond repair? Drop comment lo di bawah!



