Bro, lo tau nggak? Baru banget nih ada pembalap yang bikin seluruh dunia cycling melongo! Søren Wærenskjold dari tim Uno-X Mobility baru aja menuliskan namanya di buku rekor Tour de France dengan cara yang gak ada tandingannya.
Jadi gini ceritanya, di etape 11 yang finish di Nevers kemarin, Wærenskjold berhasil nyabet kemenangan dengan rata-rata kecepatan 50.9 km/jam. Yup, lo dengerin benar — ini jadi etape jalan raya (road stage) tercepat sepanjang sejarah Tour de France, bro! Secara keseluruhan, Tour de France 2026 emang udah penuh sama rekor-rekor gila. Sebelumnya, Tadej Pogacar udah lebih dulu nge-broken rekor pendakian Col du Tourmalet tercepat. Tapi Wærenskjold gak mau kalah dan nambahin satu lagi buat koleksinya.
Highlight Menarik dari Etape 11:
- Søren Wærenskjold — Kemenangan pertamanya di Tour de France, dan langsung jadi yang paling bersejarah!
- Kecepatan gila — Rata-rata 50.9 km/jam, bro. Coba lo bayangin, itu kayak kecepatan mobil di jalan tol tapi ini pakai bike!
- Julian Alaphilippe — Si mantan juara dunia coba masuk breakaway四人组, tapi sayangnya di-drop di Côte-de-Chevannes, 38km dari finish. Kemungkinan besar ini penampilannya yang terakhir di Tour de France.
- Tom Pidcock — Rider double Olympic gold ini lagi alami rollercoaster ride di Tour-nya. Sempat crash di descent Puy Mary karena aspal yang meleleh akibat panas ekstrem, tapi tetap bisa finish bareng peloton.
Nah yang bikin lebih epic, ini kemenangan pertama Wærenskjold di Tour de France, dan dia dapet momen ini cuma lima hari setelah rekan satu timnya, Torsten Træen, crash out saat pakai kuning jersey di etape Pyrenees ke Gavarnie-Gèdre. "Ini arti segalanya," kata Wærenskjold. "Kemenangan terbesar saya. Kadang saya percaya diri, kadang ngerasa capek dan imposible buat menang di sini. Saya ngerasa buruk di awal, tapi kemudian lebih baik di final dengan adrenaline dan segalanya."
Pogacar yang udah dominar banget musim ini (sekarang dia four-time winner Tour de France) emang jadi jawaban yang bikin rival-rivalnya pasrah. Sports director Jonas Vingegaard, Marc Reef, dengan jujur bilang: "Pogacar lagi yang terkuat. Bravo untuk dia." Bahkan pembalap Netcompany Ineos, Kévin Vauquelin, ngaku kagum sekaligus frustrasi: "Di beberapa hal, nyebelin banget liat Pogacar menang kayak gitu, karena kita juga pengen main racing bike. Tapi yang bikin saya semangat hilang itu ya gak punya kaki kayak Pogacar."
Tour de France 2026 emang udah jadi edisi yang legendaris — bukan cuma karena kecepatan, tapi juga karena panasnya brutal (bahkan bikin aspal meleleh dan rider harus navigasi kondisi ekstrem). Dan dengan dominasi UAE Emirates XRG yang kayak stranglehold, kita bakal lihat apakah ada yang bisa stop Pogacar di sisa etape ke depan. Gaspol, bro!



