Wali Kota Shelbyville, Indiana, Scott Furgeson, baru-baru ini membuat pernyataan yang cukup mengejutkan tentang penduduk kota yang menentang pembangunan pusat data senilai $2 miliar. Dalam sebuah video yang viral, Furgeson mengatakan bahwa hanya orang-orang yang tinggal di "rumah-rumah yang tidak Layak" yang menentang proyek tersebut.
Pernyataan Furgeson ini telah menuai protes dari penduduk kota, yang merasa bahwa pernyataan tersebut tidak hanya tidak sopan, tapi juga menyakitkan. Alexa Williams, salah satu penduduk kota, mengatakan bahwa pernyataan Furgeson "kurang hormat" dan "menyakitkan".
Pusat data yang diusulkan ini telah menjadi kontroversi di kota kecil Shelbyville, dengan beberapa penduduk khawatir tentang dampaknya terhadap lingkungan dan kualitas hidup. Furgeson, yang telah menjabat sebagai wali kota sejak 2020, telah menjadi target kritik karena pernyataannya yang dianggap tidak peka terhadap kebutuhan dan kekhawatiran penduduk kota.
Dalam sebuah pernyataan, kantor wali kota mengatakan bahwa Furgeson "menyesali" jika pernyataannya telah menyebabkan ofensi. Namun, pernyataan ini tidak cukup untuk meredakan kemarahan penduduk kota, yang terus menuntut Furgeson untuk meminta maaf secara langsung.
Kontroversi ini telah meningkatkan perhatian terhadap pembangunan pusat data di kota-kota kecil seperti Shelbyville, di mana penduduk kota seringkali merasa bahwa mereka tidak memiliki suara dalam proses pengambilan keputusan. Dalam kasus ini, pernyataan Furgeson telah memicu perdebatan tentang bagaimana penduduk kota dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan dan bagaimana mereka dapat memastikan bahwa suara mereka didengar.



