xAI, perusahaan AI milik Elon Musk, minta pengadilan untuk menghapus anonimitas korban deepfake nudes yang menggunakan pseudonim.
Empat orang yang menjadi korban deepfake ini khawatir akan mengalami pelecehan online dan doxing jika identitas mereka terungkap.
Mereka mengatakan bahwa xAI telah menciptakan deepfake yang sangat merusak dan mereka takut akan menjadi target lagi jika identitas mereka terungkap.
Pengacara yang mewakili korban, Sophia Rios, mengatakan bahwa xAI berusaha untuk mengintimidasi klien mereka dengan meminta pengadilan untuk menghapus anonimitas mereka.
Kasus ini sangat penting karena menyangkut privasi dan keamanan online, terutama bagi mereka yang menjadi korban deepfake.
Perlu diingat bahwa deepfake dapat menyebabkan kerusakan yang sangat parah bagi korban, termasuk pelecehan online, kehilangan pekerjaan, dan bahkan kekerasan fisik.
Oleh karena itu, penting untuk melindungi identitas korban dan memastikan bahwa mereka dapat melanjutkan kasus ini tanpa takut akan akibat yang tidak diinginkan.



