Kalo lo kira kacamata smart itu cuma buat gaya-gayaan doang, Even Realities G2 bakal bikin lo ketawa. Kacamata ini tuh bukan cuma tampil keren dengan desain yang ga keliatan kayak "face-computer" (beneran ga ada yang curiga lo pake komputer di muka), tapi di balik senyapnya ada ekosistem app yang open-source dan community-driven yang gila-gilaan.
G2 datang dengan Even AI yang udah oke, tapi lo ga harus nrimanya. Lo bisa redirect AI ke ChatGPT, Claude, Gemini, atau LLM lainnya. Bahkan lebih dari itu—Even Realities buka developer platform yang allows anyone to build whatever they want dan share ke semua orang. Hacker-friendly banget, no cap.
1. Second Brain — AI yang Gak Pernah Lupa
Ini yang bikin gue terpukau. Second Brain ini dibangun oleh founder Constella yang frustrasi karena Even AI gak bisa remember things. Jadi dia re-routing AI ke layered version of Constella (open knowledge base).
Caranya slick: lo bilang "Remember to pick up the dry cleaning every Wednesday," dan itu kesimpen. Beberapa hari kemudian lo tanya, "what was I supposed to do on Wednesday?" dan AI agent akan nge-search memory lo (pakai hybrid vector dan keyword search), conect ke tools lain kalo relevan, terus kasih composed answer yang ke-render di lens.
Ada juga meeting mode—glasses streaming mic dan transcribe pembicaraan. Pas lo masih ngomong, backend dengan stealth nge-dig memory lo, follow connections, check web, terus surface synthesized insight. Kayak thinking, tapi di otak lo.
Second Brain tersedia di Even Hub, dan semua integration layer ada di GitHub buat lo yang comfortable with Python.
2. Two-Factor Authentication Tanpa Ribet
Lo tau sih kita harus pake 2FA, tapi ribet banget harus unlock phone, buka app, dst. Nah G2 bisa bantu:
Metode No-Software: Buka Even app > Settings > Notifications > enable. Pas SMS masuk, kode OTP muncul di depan mata lo. Gak perlu ngambil phone.
Metode Software: Ada app "2Factor" di Even Hub. Lo scan 2FA QR codes pas setup. Kalo mau login, OTP tokens yang constantly updating muncul di glasses menu. Essentially Google Authenticator built straight into your eyeballs.
3. AI Coding Supervisor — Babysit Claude Code Sambil Ngopi
Kalo lo pake autonomous AI coding agent kayak Claude Code, lo tau the biggest hassle bukan AI nulis code, tapi "babysitting"-nya. AI agents selalu pause buat minta permission sebelum execute commands atau edit files.
G2 punya native Terminal Mode yang bikin lo bisa mirror computer's terminal langsung ke glasses:
- Install CLI bridge:
npm install -g @evenrealities/even-terminal - Jalankan even-terminal di komputer, pairing QR code muncul di terminal
- Buka Even app > Settings > Terminal Mode, scan QR code
- Live terminal logs stream ke heads-up display lo in real time
Jadi lo bisa approve/reject commands pakai voice commands atau glasses gestures—sambil jalan-jalan atau ngopi.
4. Ojigi Coach — Belajar Bowing Jepang dari Kacamata
Kalo lo tiba-tiba diundang ke traditional chakai tea gathering di Kanazawa dan ga tau etiket Jepang, Ojigi Coach siap bantu. App ini kasih in-depth training untuk ojigi (Japanese bowing).
Lo bakal belajar correct angle untuk tiga bow types, durasi head down, dan kapan harus pake eshaku, keirei, atau saikeirei. Terus lo bisa test skill dengan real-life choose-a-bow situations.
Glasses' accelerometer dan IMU tracking bow angle dan duration, kasih feedback langsung. Fun dan insightful sekaligus.
5. Instant Subtitles untuk Film Asing
G2 Translate app bisa jadi private subtitle machine. Set language, mulai nonton Korean drama, dan dialog muncul di lens.
Pro tip:
- Switch mic source dari G2 ke phone microphone
- Letakkan phone di dekat TV soundbar buat audio paling jernih
- Tap touchpad buat toggle dari "Half-Screen" (translation only) ke "Full-Screen" (original + translated text)
Gak cuma buat belajar bahasa, mic hack ini juga bisa buat "dengar" TV di ruangan noisy. Set Translate ke "English to English" atau pake Conversate, letakkan phone di dekat speaker, dan lo bisa "dengar" TV dari mana aja.
6. OcuClaw — Kontrol Komputer Pakai Suara
Kayak Spock ngomong ke ship's computer di Star Trek, finally real. OcuClaw adalah native OpenClaw client untuk G2.
Install satu Claw di glasses, satu lagi di PC/Mac. Lo bisa kasih command kayak:
- "Computer, open my last downloaded PDF and email it to Sarah"
- "Play my lofi playlist on Spotify"
Agent di komputer execute clicks dan keystrokes, dan lo dapat real-time status update di HUD.
⚠️ Warning: installing agentic AI program on your computer leaves lo vulnerable to attack via prompt injection. Try only if lo understand the risks.
7. Birdie — Birdwatching Session di Morning Walk
Gak harus jadi birder buat penasaran sama bird sound di pohon. Birdie listen ke bird sounds lewat G2 mic dan identify species pakai BirdNET—open-source bird-sound recognition model yang sama yang dipake "serious" birding tools.
Start listening pass, hold still beberapa detik, dan kalo dapet confident match, species' common name, scientific name, dan field-guide photo pop up di HUD. Gak perlu whack out phone dan point ke branch—just get bird info fed directly into your eyeballs.
8. What's Their Face — Voice Recognition Digital Rolodex
Facial recognition di Meta glasses bikin orang heboh, tapi gimana kalo voice recognition? What's Their Face adalah app yang pakai voice recognition sebagai digital Rolodex.
Caranya: record five-second clip orang ngomong, attach ke name dan info card (job title, email, dll). Beberapa hari kemudian lo ketemu orang itu dan lupa namanya, glasses flash closest matching voice prints.
All computation done on device, no info pulled from online sources. Gak ada data yang dikirim ke mana-mana.
9. Convince Orang Lo Orang Paling Pintar
Pas pertama kali coba G1, gue langsung pake buat trick bartender—offer answer any trivia question, then correctly name FW Murnau's follow-up film to 1927's Sunrise (4 Devils, 1928).
Dengan G2 ini lebih gila lagi. Conversate, G2's always-listening mode, quietly transcribe conversation dan surfaces context in real time. Lo bisa:
- Keliatan jago matematika
- Tau hari lahir seseorang dari tanggal
- Hafal semua nama, number, dan position everyone who's ever played for the Cleveland Browns
The hack: Turn on Conversate, biar dia listen buat question dan feed lo answer yang cuma lo liat. Performance matters—repeat question biar natural, read screen without looking like reading screen, realistic thinking pause.
Kalo lo serio mau jadi magician, check sybil sight—"mentalism operating system" for G2. Gak murah, dan they don't tell how it works karena magician's secrets are only unlocked with cash.
10. Sync Band dengan G2 Glasses
Masalah band: "OK, the next chord is E minor" udah selesai. Pakai QMe Prompter + G2 glasses:
- Semua orang download QMe Prompter dan install di phones
- Set app buat stream ke G2 glasses
- Pake "group jam" feature buat link everyone over wifi
- Leader pull up chord chart, lyrics dan chords instantly load ke everyone's spectacles
App punya hands-free scrolling yang bisa set by BPM, foot pedal, atau voice-follow yang listen ke singer dan scroll lyrics in time. Gak ada lagi "where are we?" mid-performance.
Geek Opinion
G2 emang bukan untuk semua orang—harga $599 tuh gak murah. Tapi ekosistem Even Hub yang open-source dan community-driven bikin value-nya jauh lebih tinggi dari sekadar "kacamata pintar." Lo beli hardware, tapi yang lo dapat adalah akses ke entire ecosystem of possibilities.
Hack-hack di atas bukan gimmick—they solve very specific problems yang bikin lo thinking, "kenapa gak ada yang mikirin ini earlier?" Dari Second Brain yang genuinely useful buat productivity, sampai Ojigi Coach yang entertaining tapi niche banget.
Kalo lo developer, G2 adalah playground yang难得的 (rare). Kalo lo user biasa, Even Hub punya app yang bakal bikin lo wondering gimana hidup sebelum punya these glasses.