Lo udah nonton Sugar season 2? Kalau belum, stop scroll. Tapi kalau udah, lo pasti ngerti sensasi yang sama: hampa. Hampa karena belum nemu series yang bisa nge-fill kekosongan itu. Nah, kebetulan banget nih, gw punya list 10 serial yang vibe-nya mirip Sugar—mulai dari noir klasik sampe yang full sci-fi twist.
Kenapa Sugar Tuh Special?
Sugar tuh bukanDetective drama biasa. Colin Farrell main sebagai John Sugar, detektif yang disuruh ke mansion seorang produser film kaya (James Cromwell) buat nyari cucunya yang menghilang. Yang bikin beda? Serial ini pake trope noir Hollywood lawas banget—dari gaya karakter sampe klip film lama yang diputar bareng aksi. Tapi wait, ada plot twist di season pertamanya yang bikin lo harus siap mental. Spoiler-free sih, tapi percaya deh, switch yang terjadi tuh wild abis.
10 Serial yang Patut Lo Checkout
1. Lady in the Lake (2024)
Pindah setting dari Los Angeles modern ke Baltimore era 1960-an, tapi vibes noir-nya tetep timeless banget. Natalie Portman jadi Maddie Schwartz, ibu rumah tangga Yahudi yang bosen dan tiba-tiba nemu mayat anak yang hilang—event yang akhirnya bikin dia dapet kerjaan di Baltimore Star. Sementara itu, Moses Ingram main sebagai Cleo Johnson, ibu Black yang berusaha lindungi keluarga dari gunrunner dan racketeer. Dua garis hidup ini bakalan ketemu sooner or later. Streaming di Apple TV.
2. Perry Mason (2020–2022)
Matthew Rhys jadi Perry Mason versi gelap dan gritty di era Depresi. Ini prequel yang ngambil setting 1932 LA, di mana karakter utama lagi divorce dan trauma dari Great War. Kasus pembukaannya involve anak yang diculik dan dimutilasi, yang ngarah ke polisi korup dan politisi. Juliet Rylance jadi Della Street yang cool banget, dan Tatiana Maslany berperan sebagai evangelist yang creepy. Serius, ini addicting banget. Nonton di HBO Max.
3. Monsieur Spade (2024)
Scott Frank (yang dulu garap The Queen's Gambit) dan Tom Fontana kolaborasikan series ini. Sam Spade legendaris dari The Maltese Falcon udah retire di South of France—rupanya tenang dan indah. Tapi enam biarawati di biara tetangga ditemukan mati kejam. Biara itu juga rumah anak asuhan Spade. Jadilah dia harus cabut dari pensiun sejuta umat buat selesein misteri. Clive Owen cocok banget jadi detektif keriput ini. Streaming di Prime Video dan AMC+.
4. Bosch (2014–2021)
Ini lebih ke crime drama tradisional yang new-noir abis. Titus Welliver main jadi Harry Bosch, detektif LAPD dari novel Michael Connelly. Series dibuka dengan Bosch di pengadilan karena ditembakin suspect waktu selidiki pembunuhan anak 12 tahun. Season 2-nya bahkan ada investigate pembunuhan produser film—ngingetin banget kasus Sugar season 1. Seven season solid, ga ada yang namanya filler. Tonton di Prime Video.
5. Cowboy Bebop (1998–1999)
Ogah mau bilang ini odd fit? Tapi percaya deh, anime legendaris ini influence noir-nya kentara parah. Cowboy Bebop blend western, comedy, crime, dan soundtrack yang chef's kiss. Para "cowboy" adalah bounty hunter di masa depan dekat di mana manusia udah kolonisasi tata surya. Former hitman Spike Spiegel leading crew-nya dalam misi beruntun yang bencana. Setiap episode standalone tapi semua buildup ke climax yang memorable. Streaming di Crunchyroll atau beli di Prime Video.
6. Spider-Noir (2026)
Nicolas Cage reprise peran yang dia voice di Spider-Verse movies: Ben Reilly, PI keriput di era 1940an yang harus deal sama masa lalunya sebagai superhero Spider. Kalau lo kira franchise Spider udah aneh dengan Morbius dan Madame Web, wait till lo see this. Cage gila reenak banget dan clearly having fun sama trope noir klasik—tapi ada cukup violence, mystery, dan style jadi ini homage bukan parody. Siapin di Prime Video.
7. Lucifer (2016–2021)
Literally Lucifer—bukan nickname atau euphemism. Tom Ellis play fallen angel yang bosen sama neraka dan buka nightclub di LA. Karena club masih kurang, dia tim sama detektif Chloe Decker (Lauren German) buat bantu resolve kasus-kasus, apalagi yang involve supernatural. Show听起来 wacky, tapi ada poignancy soal trauma Lucifer dan explore dunia ini dari perspective outsider—mirip John Sugar sih basically. Streaming di Netflix.
8. Twin Peaks (1990–1991, 2017)
Lo mau neo-noir yang subvert tropes? Series dari David Lynch dan Mark Frost ini masih yang terbaik. FBI Agent Dale Cooper (Kyle MacLachlan) dateng ke Twin Peaks buat investigate pembunuhan Laura Palmer (Sheryl Lee), homecoming queen yang ditemukan mati. what follows adalah malam yang panjang banget penuh secrets dan supernatural threat. Weird? Yes. Disturbing? Also yes. Tapi justru itu yang bikin legend. Streaming di Paramount+.
9. The Expanse (2015–2022)
Based on novel James S.A. Corey, The Expanse depict colonized solar system di mana masalah lama kita tetep ada. Bumi di pusat, Mars colonists tech superior karena harus survive, dan Belt folks scrabble buat survive. Greed, fear, dan shortsightedness bikin conflict nearly inevitable. Despite space opera vibes, influence noir-nya kuat banget—never lebih dari ketika Thomas Jane's Joe Miller, detektif keriput dan hard-living. Streaming di Prime Video.
10. Signal (2016–)
K-drama yang blend police procedural, mystery, dan sci-fi ini salah satu most-watched di sejarah TV Korea—sampe season 2 confirmed setelah nunggu hampir 10 tahun. Park Hae-young (Lee Je-hoon) nemu walkie-talkie yang nyambungin dia ke Detective Lee Jae-han (Cho Jin-woong) yang menghilang tahun 2000 tapi masih bisa komunikasi dari masa lalu. Dua detektif collaborate lintas waktu buat selesein cold case, tapi discovers consequences yang disturbing. Tonton di Netflix.
Geek Opinion
Gue personally think Sugar udah naikin bar buat detective drama dengan plot twist-nya yang unexpected. Tapi yang list ini tuh proven bahwa genre noir tuh versatile banget—bisa campur sama sci-fi, supernatural, historical, bahkan anime. Mulai dari Lady in the Lake yang atmospheric sampe Twin Peaks yang full weird, semuanya deliver vibes yang similar: misteri yang bikin lo gabisa stop scroll, karakter yang compelling, dan twist yang bikin otaked lo kerja overtime.
Kalau lo udah nonton semua ini dan masih kurang, well... berarti lo emang udah jadi noir addict sejati. No shame though.