Guys, Adobe lagi ngeluarin senjata rahasia buat para mobile photographer! Mereka nambahin fitur AI canggih ke app kamera eksperimental mereka yang namanya Project Indigo, dan jujur ini mah OP banget.
🎯 Apa Itu Project Indigo?
Jadi begini, Project Indigo ini app kamera iOS yang udah launch tahun lalu. Awalnya sih cuma kasih kontrol pro, multi-frame super-resolution, sama mode pemotretan yang vary. Tapi sekarang Adobe nambahin fitur-fitur AI yang pakai LLM (Large Language Models) buat nge-critique foto lo dan kasih saran editing yang actually useful.
Fitur-fitur baru ini dipimpin sama Marc Levoy – nah ini orang yang dulu bikin kamera Pixel jadi legit. Dia ngomong bahwa sebagian besar tools AI generatif itu berbasis prompt, dan kadang nyari prompt yang pas buat edit foto tuh susah banget. Makanya, fitur-fitur experimental AI di Project Indigo ini mostly berbasis tombol yang menghasilkan output lebih deterministic.
📸 Fitur yang Bikin Lo Wowed
1. Photo Critique – Kayak Punya Mentor Fotografi Pribadi Fitur ini kasih "pendapat profesional" tentang framing, lighting, warna, dan emotional impact dari foto lo. Contohnya, app bisa bilang kalo framing lo kurang oke atau lighting-nya terlalu overexposed. Buat yang mau belajar fotografi, ini mah goldmine!
2. Capture & Edit Suggestions – Tips Reshot yang Detail Fitur ini kasih saran soal gimana cara reshoot foto dengan framing, exposure, dan objek yang lebih baik. App-nya bahkan pernah bilang ke penulis article buat ngapus objek hexagonal white di frame – detail banget kan?
3. Object Removal yang Gak Repot Ini yang paling gaspol! Berbeda sama fitur object removal biasanya yang harus lo gambar/lingkarin objeknya, Project Indigo kasih toggle buat hapus hal-hal kayak:
- Orang di background
- Trash & trash cans
- Wires & poles
- Fences
- Vehicles
- Clutter lainnya
Lo juga bisa describe custom object buat dihapus. Dan hasilnya? Bersih, tanpa artifact aneh. Penulis article ngakuin dia hapus temen dan objek yang ditangennnya dari background, dan hasilnya smooth banget!
4. Depth of Field Generation Pakai AI buat bikin efek blurred background, simulate depth of field – jadi foto lo keliatan kayak dipotret pake kamera DSLR gitu.
5. Style Transfer – Vintage Vibes Lo bisa ubah foto jadi berbagai style kayak watercolor, pen and ink, ink line with color wash, monochromatic, sampe backlit subject. Ada vibes early Prisma app sih, tapi dengan model yang lebih refined.
6. Text-Based Editing Apesar Levoy kritik prompt-based editing, Project Indigo tetep punya fitur buat lo describe edit yang lo mau. Ini opens up edit flows yang gak tersedia di preset tools, tapi ya tetep harus hati-hati biar gak masuk "slopland" ya guys.
🤖 Teknologi di Baliknya
Adobe pake Google's Gemini-based Nano Banana model buat fitur-fitur ini, tapi mereka terbuka buat swap ke model lain, termasuk Adobe Firefly sendiri. Semua fitur ini ada di tab "AI Playground" dan masih dalam fase testing – jadi cuma user terpilih yang bisa coba dulu.
🎮 Geek Opinion
Nah ini yang menarik. Meskipun fitur-fitur ini mungkin gak akan pernah release ke publik (experimental phase kan), tapi menurut gue ini langkah yang keren. Alih-alih cuma bikin "slop" content, Adobe kasih fitur yang actually ngajarin orang tentang nuance fotografi.
Fitur critique-nya itu kayak punya mentor yang selalu available, dan object removal toggle-based tuh jauh lebih user-friendly dibanding harus gambar manual. Cuma ya, style transfer emang udah basi sih – Prisma dulu juga pernah lakuin ini.
Yang bikin worry cuma satu: fitur prompt-based editing. Kalau gak dikontrolin, bisa-bisa semua orang bikin foto yang sama karena pakai prompt yang sama. But for now, Project Indigo ini proof of concept yang promising banget buat masa depan mobile photography.
Lo mau coba? Sabar ya, soalnya ini masih eksperimental dan cuma bisa dicoba sama segelintir orang. Tapi siapa tau nanti bakalan masuk Lightroom atau app Adobe lainnya!
Sumber: TechCrunch



