Dengarkan album "Shall We Go On Sinning So That Grace May Increase?" dari The Soft Pink Truth — dan lo bakal ngerasain efek terapeutiknya.
The Soft Pink Truth itu adalah proyek solo dari Drew Daniel, salah satu duo dari grup eksperimental legendaris Matmos. Buat yang belum familiar, Matmos tuh dikenal banget dengan eksperimen musik yang unik — mereka pernah bikin rekaman cuma dari sound prosedur medis, atau bahkan bikin alat musik dari pipa PVC. Kreativitas mereka nggak ada habisnya, dan Drew Daniel sendiri adalah tipe orang yang feverishly prolific. Bahkan dia pernah "mimpi" bikin genre musik baru yang kemudian viral.
Nah, album "Shall We Go On Sinning So That Grace May Increase?" ini terasa beda banget dari kerjaan Daniel sebelumnya. Kalau di Matmos lo biasanya nemuin soundscape yang penuh eksperimen dan distorsi, di album ini dia beralih ke sesuatu yang lebih hypnotic dan healing. Banyak menggunakan field recordings dan samples yang di-manipulasi, tapi overall vibes-nya lebih organik dan ambient.
Track-track di album ini punya struktur yang super interesting. Pembukaannya "Shall" langsung bikin lo merinding dengan dissonant drones dan soundscapes yang unsettling — kayak lo lagi meninggalkan sesuatu yang nggak nyaman. Kemudian "We" berubah jadi minimal new-age thump dengan four-on-the-floor kick yang muted, lengkap dengan wind sweeps dan vokal female yang cantik. Terus membangun momentum sampai ke "Sinning" yang jadi centerpiece dari album ini. Di sinilah lo dapet abstract saxophone blasts yang berdansa bareng bells dan vibraphones, menciptakan groove yang nggak bisa ditolak.
Hal yang bikin album ini spesial adalah pendekatan musiknya yang lebih spontan dan live. Berbeda dari proyek lain Drew yang cenderung meticulous, album ini feels like a jam session — musisi-musisi bouncing ideas off each other in real time. Ada celebration of human creativity yang begitu kentara, dan power of art to heal yang jadi tema sentralnya. Outro "May Increase" dengan four menit lebih waktunya, spent buat disassemble semua chaos sampai akhirnya ends with a deep exhale. Ini metaphor yang powerful banget.
Lo bisa dengerin album ini di Bandcamp, Spotify, Apple Music, atau platform streaming lainnya. Album ini cocok banget buat lo yang lagi butuh auditory escape dari hiruk-pikuk dunia — literally a balm in trying times. Gaspol dengerin dan rasakan sendiri efek therapeutic-nya!



