Ogah ada rasa nervous sama sekali. Itu yang kita dapat lihat dari Arsenal di Emirates Stadium, Jumat (21/8) malam waktu setempat.
950 hari atau 95 hari setelah angkat trofi Premier League — tergantung mau dihitung dari mana — Arsenal langsung tunjukin класс mereka sebagai kampiun bertahan. Coventry yang baru naik ke Premier League setelah 25 tahun hiatus? Mereka langsung dibikin撸了一顿 (kena lesson) dengan skor 3-0. No obat!
Trio Saka-Havertz-Ødegaard, Combination yang Gak Ada Obat
Havertz, Saka, Ødegaard. Tiga名字 ini kayak lagu yang diputar berulang-ulang di Spotify tapi gak pernah bosenin.
Havertz — golnya itu yang nge-convert kesempatan jadi gol dari assist Tzolis — buka skor di menit ke-15. Ezri Konsa yang dipamerkan sebelum kickoff (£51 juta dari Aston Villa) langsung keliatan quality-nya di lini belakang. Tapi yang bikin chef's kiss itu Saka yang manfaatin crossing yang kebobolan dari Rushworth, finish jadi gol kedua.
Ødegaard? Capitan ini terus nunjukin konsistensinya. Gol ketiga di menit ke-49 setelah dimainkan sama Ben White. Dalam hitungan 34 menit aja, Coventry udah di-knockout duluan. Game over.
Mikel Arteta Dapat Puncak Prestasi, tapi Coventry Perlu Bangkit
Arteta Dapat* his 150th Premier League victory sebagai manajer Arsenal. Angka itu bikin dia masuk kelompok eksklusif — hanya manajer kelima yang capai 150 kemenangan dalam kurang dari 250 games, bareng Pep Guardiola, Jose Mourinho, Jurgen Klopp, dan Sir Alex Ferguson.
Yang lebih scary lagi? Arsenal udah 46 matches gak pernah kalah di rumah lawan tim yang baru promosi. 17 kemenangan beruntun di Emirates lawan tim newly promoted dengan aggregate score 47-9. Coventry cuma jadi korban terbaru.
Frank Lampard yang now sebagai manajer Coventry? Semoga dia kuat mental. Dia cuma menang 1 dari 18 games terakhir sebagai manajer Premier League (D4 L13). Coventry harus le经过 learn quickly — 5 new signings termasuk Caleb Yirenkyi, tapi pengalaman Premier League mereka cuma sekitar 200 games. Sedikit banget.
Geek Opinion: Arsenal Solid, Tapi Musim Ini Bakal Lebih Seru
Kalau lo nanya soal prediksi? Arsenal emang favorit, tapi City di bawah asuhan Pep masih jadi ancaman utama. Yang menarik perhatian adalah kedalaman skuad Arsenal — Merino dan Zubimendi (dua World Cup winners) masuk sebagai substitute di pertengahan babak kedua. Itu bukan sesuatu yang lo bisa liat di tim biasa.
Bruno Guimaraes yang absen (£75 juta) jelas kehilangan, tapi Arsenal punya depth yang cukup buat ngadepin itu. Coventry bakal dapat pengalaman berharga — tapi minggu depan lawan Hull bakal jadi barometer yang lebih real buat peluang bertahan mereka.
To put it simply: Arsenal start their title defence the way they ended last season — winning, clinical, and with swagger. Coventry, welcome back to the big time.



