Lo tau nggak, ada seorang pemain tennis Inggris yang lagi bikin heboh seluruh dunia tennis? Namanya Arthur Fery, dan pria 23 tahun ini baru aja melangkah ke semi-final Wimbledon 2026 sebagai wildcard — sesuatu yang cuma terjadi dua kali dalam sejarah!
Yang bikin story ini makin wild? Fery ngungkapin kalau laarinya ke semi-final dibantu oleh dua hal yang,看起来 absolutely tidak related sama tennis: operasi hidung dan trilogy Godfather. Yep, lo denger dengan benar. Sangkut.
Hidung Berdarah Setiap Match
Jadi ceritanya, di awal tournament Fery mengalami masalah serius: nosebleeds alias mimisan yang terjadi terus-menerus setiap kali match. Parahnya, match-matchnya harus di-pause cuma gara-gara hidungnya keluar darah. Rookie mistake? Nope, ini serius banget sampai-sampai dia harus menjalani prosedur medis di tengah tournament.
Empat hari setelah melawan Zizou Bergs, Fery menjalani prosedur cauterization alias pembakaran pembuluh darah di hidung. Prosedur ini seharusnya butuh istirahat total selama dua minggu sesuai anjuran NHS. Tapi coba tebak? Fery nggak mau surrender. Dia langsung balik ke court dan... nggak mimisan lagi. Clean banget.
"Nggak ada yang major, nggak sakit juga," jelas Fery dengan santai. Dia juga bilang kalau kebiasaan menggosok wajah dengan handuk langsung ke hidung ternyata nggak help sama sekali. Jadi sekarang udah fix — prosedur medis + teknik baru.
Godfather Trilogy Sebagai Ritual Relaksasi
Nggak cuma prosedur medis, Fery juga punya cara uniknya sendiri untuk tetap chill di antara match. Dia nonton trilogy Godfather — sebuah film klasik yang release-nya udah puluhan tahun lalu. "Sedikit throwback. Belum pernah nonton sebelumnya, baru mulai nonton sekarang," katanya.
Kalau dia lolos ke final nanti, dia bakal nonton Godfather 3. Bonus poin: final tersebut akan berlangsung tepat di hari ulang tahunnya yang ke-24. Talk about destiny moment!
Keuntungan Tinggal di Wimbledon
作为一个 anak Wimbledon sejati, Fery punya keuntungan yang nggak semua orang punya: jarak rumah ke All England Club cuma sebre筷子. Dia bisa pulang ke rumah ibu, tidur di kasur sendiri, makan malam bareng keluarga, dan absolutely nggak perlu urus logistics yang ribet.
"Aku finishes late terus, jadi langsung pulang tidur. Dapat hari off di antara match, jadi bisa latihan dengan santai. Makan malam biasa di rumah sama keluarga, tidur di kasur sendiri. Enak banget pokoknya," cerita Fery dengan senyum.
Dia juga帮忙 with洗碗 dan bantu-bantu rumah lainnya — tapi tentu aja intensitasnya agak berkurang selama tournament ini. Ibunya yang masak, dan Fery fokus only sama tennis. No superstitions, nggak ada ritual aneh-aneh. Cuma doing what feels best at the moment.
Friday: vs Alexander Zverev
Sekarang tantangan terbesar menunggu. Di semi-final hari Jumat, Fery bakal menghadapi Alexander Zverev, French Open champion dan seeded kedua. Ini akan menjadi best-of-five sets match yang super tough.
Dari kamar tidurnya, Fery dikelilingi trophy junior dan memorabilia masa kecil — meskipun bukan poster Andre Agassi. Hanya kenangan dan trophy dari event-event junior sebelumnya yang jadi motivation.
Fery's run udah jadi salah satu story paling epic di Wimbledon 2026. Dengan pendekatan yang santai tapi tetap focused, prosedur medis dadakan, dan Obsesi nonton film klasik — ini membuktikan bahwa sometimes the most unconventional paths lead to the greatest destinations.
Gaspol nggak buat Fery? Friday kita saksikan apakah wildcard ini bisa bikin kejutan lagi!



