Lo tau nggak sih, baru baru ini para author lagi遭遇一场大型罗生门 deal soal uang settlement Anthropic yang nilainya gede banget—$1.5 miliar atau sekitar Rp 24 triliun! Para penulis yang ngarep dapet bagian mereka dari lawsuit copyright terhadap Anthropic, malah dapet email surprise yang bilang kalau ada orang lain yang ngaku-ngaku punya hak atas uang mereka. Jadi gini ceritanya, tahun lalu Anthropic nemuin settlement massive setelah hakim nyimpulan kalau training AI models pake copyrighted material itu legal under fair use doctrine, tapi bajak material itu nggak legal. Deal-nya udah dapat persetujuan final di Juli 2026, dan pembayaran mulai bergerak.
Nah ini bagian yang penting banget, bro. Berdasarkan ketentuan settlement, author dari hampir 500.000 judul buku bakalan dapet $3,000 per karya yang di-pirate. Tapi hitungannya beda-beda:
- In-print sama publisher tradisional? Uang di-split 50-50 antara author sama publisher.
- Self-published atau rights udah revert ke author? Author dapet FULL payment alias 100%!
Tapi yang bikin heat adalah, para writer di social media爆料 kalau publisher-publisher gede kayak HarperCollins kelihatannya lagi claim lebih dari bagian mereka yang seharusnya. Author April Henry yang nulis novel misteri dan thriller, nanya di Threads, "WTF is HarperCollins playing at? Mereka klaim salah satu buku gue di Anthropic Settlement yang rights-nya udah revert minimal 17 tahun lalu, DAN di hari yang sama gue dapet credit alert kalau mereka ditambahkan sebagai employer gue! (yang jelas-jelas nggak pernah terjadi)"
Di blog Writers Beware, Victoria Strauss nulis bahwa complaint yang dia terima bisa dibagi jadi dua kategori: pertama, publisher yang ngakuin payment untuk karya yang rights-nya udah nggak legitimate (karena udah revert), dan kedua, publisher yang ngaku 100% payment padahal cuma berhak 50%. Strauss sih bilang dia "reluctant to attribute to malice what can be plausibly explained by poor recordkeeping"—artinya dia nggak mau langsung nyebut ini niat jahat, tapi lebih ke kesalahan administrasi.
Tapi yang bikin gue "wtf" juga adalah, ternyata nggak cuma publisher yang ngerebut bagian. Beberapa literary agencies juga bikin klaim, yang mana ini semakin奇葩 karena "agents are not rightsholders in the books that they sell." Courtney Milan, author dan mantan law professor, lebih blak-blakan di Bluesky: "Apparently some agents are trying to claim percentages on the Anthropic settlement, and I do not REMOTELY think they should do this, what the fuck, stop that shit!"
Untungnya, Milan sama Authors Guild udah share panduan gimana cara author dispute payment allocation mereka. Tapi ada tricky issue yang perlu diperhatiin: kapan sih rights revert ke author? Supaya author bisa claim 100%, rights reversion perlu terjadi sebelum August 10, 2022—itu yang disebut "download date" dalam settlement. Jadi buat lo yang author, pastiin cek kembali records lo dan jangan sampai ditipu sama pihak-pihak yang nggak berhak!
Geek Opinion: Ini sih kayak drama yang keluar dari film legal thriller, tapi beneran terjadi. Pihak Anthropic emang udah nyediain mekanisme settlement yang kelihatannya fair di atas kertas, tapi implementasi-nya? Ya nggak semulus itu. Yang perlu lo catet: kalau lo seorang author dan dapet email aneh soal klaim ini, langsung aja dispute dan jangan diem aja. Records lo adalah senjata lo. Dan buat publisher-publisher yang udah salah klaim?Semoga bisa fix ini dengan cepat ya, karena kalau sampai ada class action dari author, bakalan lebih ribet lagi. 💸
Source: TechCrunch



