Fender CEO, Edward "Bud" Cole, baru-baru ini memberikan pernyataan yang cukup kontroversial tentang AI dan musik. Menurutnya, AI sudah ada di musik sejak lama, bahkan sebelum teknologi AI modern ada.
Cole membandingkan proses belajar cover song dengan pelatihan data AI. Menurutnya, ketika kita belajar memainkan lagu orang lain, itu sama seperti memberikan data pelatihan kepada AI.
Namun, pernyataan Cole ini menuai kritik dari banyak pihak. Banyak yang berpendapat bahwa perbandingan antara proses kreatif manusia dan AI tidak bisa disamakan.
Selain itu, Cole juga menyatakan bahwa AI akan membantu menciptakan dunia baru bagi pemain gitar yang menggunakan AI. Menurutnya, AI akan membantu pemain gitar menjadi lebih produktif dan kreatif.
Tapi, banyak yang tidak setuju dengan pernyataan Cole ini. Mereka berpendapat bahwa AI tidak bisa menggantikan kreativitas dan inspirasi manusia.
Jadi, apakah AI benar-benar bisa menggantikan kreativitas manusia di dunia musik? Atau apakah pernyataan Cole ini hanya sebuah omong kosong?



