Oke, jadi drama antara FIFA dan UEFA ini belum ada bakal selesai-selesainya. Kali ini, FIFA ambil langkah besar dengan nge-file motion buat opposes permintaan discovery dari UEFA di pengadilan federal AS. Lawyers FIFA dengan tegas bilang kalau langkah hukum UEFA itu "little more than press releases" alias cuma gimik media buat nyerang FIFA dan leadership-nya. 🔥
Kronologi Singkat:
Jadi gini kronologinya, UEFA ngajuin empat request terpisah buat subpoena di berbagai pengadilan AS akhir Agustus lalu. Tujuannya? UEFA lagi contemplate buat initiate criminal proceedings terhadap presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait rencana kontroversial mereka yang namanya FIFA Forward Enterprise (FFE). Rencana ini tuh yang bikin heboh seluruh dunia sepak bola, bro.
Lewat filing mereka, UEFA minta dokumen dan komunikasi dari FIFA, termasuk dari Joshua Kushner dan Thrive Capital—investment firm yang mestinya jadi lead investor dalam rencana Infantino. UEFA juga minta info dari JPMorgan yang terkait.
FIFA Balas Pedas:
FIFA sih nggak tinggal diam. Mereka nge-file request buat intervene di salah satu dari empat filings yang ada di Florida, dan judge's批准 permintaan itu akhir minggu lalu. Lawyers FIFA, yang dipimpin sama H Christopher Boehning, argue bahwa:
- UEFA nggak punya active legal proceedings terhadap FIFA di Swiss
- Discovery bakal "use the legal process and public US filings to expose information that FIFA is obligated to keep confidential"
Tapi yang paling kocak adalah argumen FIFA soal motive ekonomi di balik ancaman boycott UEFA. Filing mereka nulis: "If soccer is strengthened in the developing world, global competition increases, which ultimately reduces UEFA's market power." Intinya, FIFA bilang kalau FFE bikin negara berkembang makin kuat, UEFA takut kehilangan dominasi mereka. Gaspol banget argumennya. 😏
Siapa yang Bakal Menang?
FIFA juga nge-point kalau UEFA nggak punya wewenang buat initiate criminal proceeding di Swiss karena contractually bound sama FIFA statutes buat resolve disputes via arbitration. Jadi ini bukan cuma soal hukum, tapi juga soal siapa yang punya power di ekosistem sepak bola global.
Sekarang kita tunggu aja gimana response UEFA. Tapi yang jelas, drama ini bakal jadi salah satu story terbesar di dunia olahraga 2026. Stay tuned, boys and girls! ⚽



