Lo tau gak sih, Stuart Fails to Save the Universe itu sekarang jadi salah satu series paling unexpected di TV? Spin-off dari The Big Bang Theory yang sukses besar ini emang tiba-tiba naik daun. Yang bikin series ini special tuh fokusnya ke karakter-karakter sampingan dari series asli, terus mereka embrace multiverse plot dengan cara yang gonzo banget. Hasilnya? Fun, fast-paced, dan inventive—ngeg能满足 lo yang pengen nostalgia universe lama tapi juga pengen sesuatu yang fresh.
Nah, kalo lo udah ngefest semua episode Stuart Fails to Save the Universe dan masih haus akan sci-fi hijinx yang level up, ada satu film yang MUST ditonton immediately: Everything Everywhere All at Once.
Everything Everywhere All at Once: The Perfect Match
Film ini ditulis dan disutradarai oleh Daniel Kwan dan Daniel Scheinert (atau yang dikenal sebagai "the Daniels"). Ceritanya ngikuti Evelyn Quan Wang (diperankan sama Michelle Yeoh—legends btw), seorang immigrant dari China yang hidupnya berantakan: usaha laundry yang gagal, hubungan dengan ayah (James Hong), suami (Ke Huy Quan), dan anak perempuan (Stephanie Hsu) yang complicated semua, dan ditambah audit IRS yang bikin pusing.
Pas dia lagi interview sama IRS, tubuhnya tiba-tiba dikontrol sama versi alternatif suaminya, Waymond, yang ngasih tau kalo ada infinite universes dan versi-versi lain dari Evelyn. Dia harus akses skill dan pengalaman dari versi-versi alternatifnya buat nyelaminin multiverse dari kehancuran yang mau caused by Jobu Tupaki—yang ternyata versi alternatif dari anak perempuannya, Joy.
Why This Film Hits Different
Di film ini, Evelyn masuk ke universe-universe yang insane parah. Ada universe di mana dia jadi martial arts movie star (kayak Yeoh di dunia nyata), scientist, teppanyaki chef, bahkan ada universe di mana semua orang punya hot dog buat jari. Dan salah satu moment paling moving tuh pas Evelyn jadi literal rock. Gak kidding.
Tapi yang bikin film ini special bukan cuma aksi-aksinya doang. Premise utamanya tuh depth banget: Evelyn dipilih karena dia versi terburuk dari dirinya—yang selalu gagal di semua hal yang dia coba. Jadi dia punya "stored potential" paling besar. Perjalanannya dari nihilism dan anger ke love and acceptance itu powerful banget, bro. Film ini beneran leverage multiverse concept buat character-building, nunjukin gimana orang "normal" sama masalah "normal" menghadapi tantangan yang terrifyingly abnormal.
Plus, It's Just Pure Fun
Gimana bisa gak seru kalo ada adegan di mana Waymond Wang yang kalem defeat sekelompok security guards pakai multiverse-downloaded fannypack skills? Literally one of the best fight scenes ever. Dan kalo lo ngerasa film ini kurang "extreme", ada 5 film tambahan yang juga capture Stuart vibe:
- The Hitchhiker's Guide to the Galaxy (2005) - Infinite Improbability Drive, absurdist's dream
- Deadpool & Wolverine (2024) - Edge + multiverse humor, fourth-wall breaks everywhere
- The Adventures of Buckaroo Banzai Across the 8th Dimension (1984) - 1984 fever dream, weirdest vibes ever
- John Dies at the End (2013) - Unexpected twists, time-bending, dimension-hopping madness
- Galaxy Quest (1999) - Affectionate humor aimed at sci-fi tropes, tons of heart
Stream Everything Everywhere All at Once on Hulu atau rent di Prime Video (hanya $4.99). Gaspol!