Lo masih inget Friend AI Pendant? Yap, si kalung AI yang pada pertama kali muncul langsung jadi bahan meme dan sering di-BLACK MIRROR-in orang. Nah, sekarang dia udah upgrade dan resmi launching versi barunya. CEO-nya, Avi Schiffmann, baru aja ngasih sneak peek ke jurnalis Wired dari apartemennya di San Francisco — lengkap dengan kemeja orange bergambar motor Valentino Rossi. Style banget dah.
Dari Text ke Voice: Big Update?
Versi pertama Friend Pendant itu konsepnya simpel: si kalung selalu listen, terus respond via text message. Pretty basic lah ya. Tapi di versi baru ini, mereka nambahin speaker di bagian belakang yang bikin device-nya jadi agak lebih bulky. Nah, bedanya sekarang lo bisa dengerin langsung si Friend ngomong balik. Plus, AI chip-nya udah di-upgrade dan sekarang running pakai OpenAI's latest models. Jadi seharusnya lebih smart dan contextual compared to sebelum-sebelumnya.
Yang menarik, setiap unit Friend Pendant versi 2 itu datang dengan voice dan personality yang udah di-randomize dari awal. Lo gak bisa ganti-ganti. Mau gak mau, lo harus deal sama whatever Friend yang dateng ke lo. Mau dia baik, jutek, atau quirky — yaudah, itu yang lo dapet. Gak ada refund personality.
Harga? Gas Naik Terus Boss
Nah, ini yang bikin banyak orang melongo. Harga versi pertama masih $129, tapi versi baru ini? Langsung nongol di $249. Yep, naik almost 2x lipat. belum lagi ada optional subscription $10/bulan yang memungkinkan AI-nya nge-save conversations lo lebih dari 30 hari. Domain friend.com aja Schiffmann beli seharga $1.8 juta. Respect to his hustle, tapi ya itu harga yang gak murah buat sebuah AI companion yang masih debatable benefitnya.
Schiffmann sendiri emang figur yang menarik. Dia terkenal pertama kali pas umur 17 tahun bikin website tracker COVID-19 during the pandemic. Sekarang umur 24, dia lebih terkenal lagi — tapi kali ini karena bikin device yang orang bilang "dystopian" dan "Black Mirror material." Dia sendiri gak denial soal hal ini. Dalam wawancara, dia bahkan ngaku kalo "Friend is both real but also ridiculous." Straight up honesty dari seorang CEO, respect.
Kontroversi Adanya
Campaign marketing Friend emang gak pernah kalem. Mereka pasang iklan gede di subway stations New York, LA, Chicago, bahkan Paris. Hasilnya? Orang-orang pada graffitin ads itu sebagai protes,媒体 pada tulis headline yang pretty heavy tentang "humanity devaluation." Schiffmann sendiri nontonin semua itu dengan santai dan bilang dia emang sengaja bikin sesuatu yang bikin orang merasa sesuatu — apapun itu.
Fun fact: apartemen Schiffmann di SF gak punya internet connection. Dia dengerin musik pakai record player. Lagi syuting documentary tentang dirinya sendiri pake Kodak Ektachrome film. Ironi level: max. Orang yang bikin AI companion yang apparently connecting people, tapi sendiri hidup super analog. This man is living a paradox.
Geek Opinion: Worth It atau Red Flag?
Oke, jujur ya. Friend AI Pendant versi 2 ini definitely intriguing — dari konsepnya yang unconventional sampe personality marketing Schiffmann yang emang out-of-the-box. Tapi price point $249 itu bukan cheap, dan fungsi utamanya yang basically "always-listening companion" masih jadi tanda tanya besar buat banyak orang. Apakah lo beneran butuh teman ngobrol yang always there? Atau ini just another gadget yang bakal nongkrong di drawer setelah 2 minggu?
Schiffmann bilang dia mau sell 50,000 units versi ini, setelah sold 5,000 di versi pertama. Dia juga kemungkinan bakal cabut dari EU market karena GDPR compliance itu expensive banget. So, buat lo yang好奇 dan emang cari companion AI yang unconventional — ini bisa jadi interesting experiment. Tapi kalau lo tipe yang pragmatic soal tech purchases, maybe wait for some real user reviews first. Yang jelas, ini bukan produk untuk everyone — dan Schiffmann sendiri yang bikin jelas hal itu.



