Jadi gini guys, Gaël Monfils resmi pamit dari panggung Grand Slam dan kita semua lagi dalam fase in denial 😭. Pebalap Prancis berusia 40 tahun ini harus terima kenyataan kalah straight-set dari Learner Tien dengan skor 6-3, 6-4, 6-3 di babak kedua US Open 2026, Kamis malam waktu setempat.
From Tweeners ke Tikam Jarum — The GOAT Showmanship
Monfils emang udah jadi definição dari "entertainer" di dunia tennis. Lo tau nggak, dia pernah jadi No. 6 dunia dan punya hampir 600 win di tunggal? Tapi yang bikin dia legendaris bukan trofi — melainkan aksi-aksi chef's kiss kayak tweeners, overhead smashes, dan movement yang bikin lawannya muter-muter kayak main congklak. Sayangnya di match terakhirnya ini, flash-nya lebih sedikit dari biasanya. Tapi tetep aja, crowd Armstrong Stadium tetep locked in sampe akhir.
Learner Tien: Fresh Blood yang Nggak Ampun
Di seberang net, berdiri Learner Tien — cewek ini umur baru 20 tahun tapi mental udah kayak veteran. Seeded No. 14, Tien main sabar banget dan willing buat拉到 long rallies sampe Monfils napasnya ngos-ngkosan. Strateginya simpel: bikin si senior capek dari belakang, dan it worked perfectly. Tien finish dengan cuma 20 winners, masih lebih dikit dari Monfils yang 29, tapi efisiensi-nya luar biasa. Respect buat kid ini! 👏
The Career Recap That Hits Different
Ngomong-ngomong soal career Monfils, pencapaiannya itu chef's kiss:
- 600 match wins di tunggal
- $25 juta earnings sepanjang karier
- Best result Grand Slam: Semi-finalis di Roland Garros 2008 dan US Open 2016
- Oldest man yang menang match US Open sejak Jimmy Connors 1992
Dia masuk US Open kali ini via wildcard dan ranking-nya udah turun ke No. 311. Tapi begitu masuk court, dia tetep jadi Monfils — bahkan menang match di hari ulang tahunnya yang ke-40, bikin crowd nyanyi "Happy Birthday" buat dia. Peak iconic behavior sih memang.
The Final Bow (Tapi Nggak Sespektakuler yang Diharapkan)
Match ini jadi penutup cerita Monfils di Grand Slam, dan ironisnya jauh dari clutch ending yang dia mungkin impikan. Nggak ada five-set epic, nggak ada comeback dramatis. Cuma seorang 40-year-old yang pelan-pelan ngerasain waktu overtake kemampuan fisiknya. Di set ketiga, dia udah double fault dua kali dan susah banget jaga serve.
Tapi yaa, justru di momen-momen kecil inilah kita liat kenapa Monfils itu special. Di game ketiga set kedua, dia serving kuat terus coba no-look slice — hasilnya? Lob ke net, dan responsnya? Tutup mata terus ketawa. Persis kayak bilang, "Ini 40, bro. What can I do?" 💀
What's Next for The Showman?
Di post-match press conference, Monfils ngumumin hal yang bikin semua shocked: dia bakalan kerja di perusahaan Swiss wealth management! From tennis court to office — definitely not what we expected, tapi yaa, hidup terus berjalan kan?
Organizers udah kasih framed picture buat dia di on-court ceremony, dan整个 Armstrong Stadium pada meluk dia. Ini memang akhir yang nggak sempurna secara skor, tapi sempurna dalam arti lain — Monfils udah give everything dan pergi dengan kepala tegak.
Monfils bilang dia mau diingat sebagai "diri sendiri, dengan banyak joy." Dan honestly? Mission accomplished. See you on the other side, legend. 🎾✨
Source: The Guardian Sport



