Lo tau nggak sih, dunia tennis lagi di hinge point penting? Jadi gini, empat grand slam tournaments — Australian Open, French Open, Wimbledon, dan US Open — akhirnya memutuskan untuk bikin Player Advisory Council.
Kenapa sih harus bikin council segala?
Singkat cerita, udah 18 bulan Para elite tennis dunia ribut sama para tournament organizers soal pembagian prize money. Para pemain kayak Jannik Sinner (dunia No. 1) dan Aryna Sabalenka (wanita No. 1) maunya grand slams nyalip model ATP dan WTA tours yang allocate 22% revenue buat prize money. Nah, yang jadi masalah sekarang — misalnya Wimbledon — cuma ngasih £64.2 juta, alias cuma sekitar 14.4% dari total revenue tournament. Jauh banget kan dari standar 22%?
Drama yang udah terjadi
Karena negosiasi nggak jalan mulus, Para pemain akhirnya ngambil direct action. Di French Open Mei lalu, top 10 players dari sisi pria dan wanita ogah ngfollow contracted media activities sebagai bentuk protes. Untung nya, aksi boycott yang direncanakan buat Wimbledon bulan berikutnya berhasil di cancel setelah ada last-minute negotiations.
US Open bakal jadi penentu?
US Open 2026 bakal dimulai 30 Agustus dan expected prize money nya bakal ngebreach $100m (~$£74m) untuk pertama kalinya. Tahun lalu, total fund nya $90m. Angka ini emang udah naik signifikan, tapi apakah udah sesuai ekspektasi para pemain? Nah, ancaman media boycott di Flushing Meadow masih menghantui kalau para pemain nggak happy dengan nominal yang di announce.
Siapa yang bakal di represent?
Nah ini yang menarik. Sumber yang terlibat dalam negosiasi bilang, para pemain sangat concerned soal how their representatives are selected dan the extent of their involvement in decision-making. Para pemain maunya ada elected representatives dengan fixed terms of office — kayak sistem di ATP dan WTA player councils yang udah ada. Jadi ini bukan cuma formalitas doang, tapi beneran mau give players a meaningful voice.
Fun fact: Jannik Sinner sendiri nggak masuk di main draw mixed doubles announced hari Selasa. Sementara Sabalenka bakal paired sama Novak Djokovic di event mixed doubles. Sinner sendiri pernah ikut mixed doubles tahun lalu, tapi harus withdrawal karena illness.
Jadi intinya, langkah ini bisa jadi game-changer buat sport tennis. Dengan player representation yang lebih kuat, para pemain期望 bisa dapetin deal yang lebih fair dari tournament revenues. Kita nontonin aja gimana kelanjutannya — apakah ini bakal jadi era baru collaboration antara players dan tournament organizers, atau masih banyak drama yang harus played out?
Stay tuned buat update lebih lanjut soal US Open 2026 ya!



