Gue mau bahas berita yang cukup heboh di dunia sepak bola internasional nih, guys. Jadi gini, Israel resmi cabut dukungan buat Gianni Infantino, sang presiden FIFA yang lagi dalam tekanan berat. Kabar ini confirmed dari The Guardian dan bikin heboh seluruh industri sepak bola global.
Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Jadi begini kronologinya, Israel Football Association (IFA) yang dipimpin oleh Moshe Zuares kirim surat resmi buat withdraw dukungan mereka terhadap pencalonan ulang Infantino. Nah, Moshe Zuares ini juga duduk di UEFA Executive Committee, jadi ini bukan cuma masalah domestik biasa — ini udah jadi isu Level Internasional yang bikin Infantino pusing tujuh keliling.
Dalam suratnya, Zuares bilang kalau recently events udah trigger "unprecedented crisis of confidence" antara visi UEFA dan FIFA soal global governance. Dia juga nambahin kalau rift ini "profound, substantive, and principled" — alias parah banget kelihatannya.
Hebohkan? Bukan Cuma Israel
Tapi yang bikin makin gila, Israel bukan satu-satunya yang cabut dukungan. Inggris, Wales, Scotland, dan Republic of Ireland juga udah lebih dulu withdraw dukungan mereka. Ini jelas red flag besar buat Infantino.
Semuanya makin runyam setelah keputusan Infantino buat sacked Kevin Lamour, chief operating officer FIFA. Lamour tuh criticized keras rencana Fifa Forward Enterprise (FFE) yang katanya menjual hak-hak World Cup. Dia bahkan bilang dengan berani:
"If that means I lose my job, then so be it. At least I'll sleep well tonight."
Respect sih buat Lamour yang berani speak up, tapi ya Infantino obviously nggak terima sih.
Momen Malu di Kongres Vancouver
Ada momen awkward banget pas kongres FIFA di Vancouver April lalu. Infantino coba stage photo antara wakil presiden IFA, Basim Sheikh Suliman, sama Jibril Rajoub, presiden Palestinian Football Association. Tapi Jibril Rajoubrefused untuk berdiri bareng. Awkward abis!
Dan menurut laporan Guardian, Infantino still mau Israel dan Palestine Compete di pertandingan pertama turnamen under-15 baru di Amerika Serikat bulan depan. Kayaknya dia still pengen banget improve sporting relations with Palestine, tapi ya udah susah sih konteksnya.
Geek Opinion
Nah lo, ini sebenernya menarik banget dari sisi governance dan geopolitics in sports. FIFA tuh seharusnya netral secara politik, tapi Infantino ini kayaknya terlalu ambition banget mau jadi peacemaker. Dan ketika dia di-challenge sama orang-orang kayak Lamour yang berani speak up, yang terjadi justru dia di-sacked.
Laura McAllister, salah satu UEFA vice-presidents yang working bareng Lamour sebelumnya, bilang kalo pemecatan Lamour itu "sends a deeply troubling message" dan undermine kesempatan buat reset FIFA ke sporting values, bukan cuma commercial and financial values.
Intinya sih, ini bukan cuma soal Infantino doang — ini soal gimana FIFA mau dijalankan ke depan. Masih banyak yang harus dibenahi sih, tapi gue好奇 siapa sih yangbakal replace Infantino kalau dia beneran jatuh?
Sumber: The Guardian Sport



