Jangan Sebutkan AI di Acara Kelulusan, Mungkin
OP banget kalau kamu menyebutkan AI di acara kelulusan. Beberapa pembicara telah menemukan bahwa menyebutkan AI dapat membuat mahasiswa lulusan tidak terlalu antusias tentang masa depan yang dipengaruhi oleh kecerdasan buatan.
- Gloria Caulfield, eksekutif di Tavistock Development Company, menyebutkan bahwa kita hidup di zaman perubahan besar, yang dapat menjadi menarik dan menantang. Namun, ketika dia menyebutkan AI, mahasiswa langsung membuka suara, semakin keras hingga Caulfield tertawa dan bertanya, "Apa yang terjadi?"
- Eric Schmidt, mantan CEO Google, juga mengalami respons serupa ketika membicarakan AI di acara kelulusan Universitas Arizona. Beberapa kelompok mahasiswa bahkan meminta agar Schmidt tidak menjadi pembicara karena adanya gugatan hukum terkait kasus pelecehan seksual.
Apa yang Terjadi?
Mahasiswa mungkin merasa bahwa AI telah menjadi "wajah kejam dari kapitalisme hiperskala". Mereka mungkin merasa bahwa AI telah mengambil alih pekerjaan mereka dan membuat mereka merasa tidak memiliki masa depan yang cerah.
- Journalis dan kritikus industri teknologi, Brian Merchant, menyatakan bahwa AI telah menjadi simbol dari kapitalisme yang kejam dan tidak adil. Dia juga menyatakan bahwa dia akan membuka suara jika dia masih muda, pengangguran, dan memiliki aspirasi besar untuk masa depan.
Kesimpulan
Jangan menyebutkan AI di acara kelulusan, mungkin. Mahasiswa mungkin merasa bahwa AI telah mengambil alih pekerjaan mereka dan membuat mereka merasa tidak memiliki masa depan yang cerah. Namun, perlu diingat bahwa AI juga dapat membawa manfaat besar jika digunakan dengan bijak.



