Mengapa 90% Game Indie Saya Tidak Pernah Diluncurkan
Saya memiliki banyak proyek game indie yang tidak pernah selesai. Saya pikir itu karena masalah disiplin, tapi setelah memikirkannya lagi, saya menyadari bahwa itu karena masalah arsitektur di otak saya: Context Decay dan Scope Creep.
Masalah Context Decay dan Scope Creep
Ketika saya mengambil jeda 3 hari dari proyek solo, energi mental yang dibutuhkan untuk mengingat di mana saya berhenti (apakah saya sedang memperbaiki inventory array atau sistem simpan?) dan apa yang harus saya lakukan selanjutnya sangat tinggi sehingga saya hanya bermain video game atau menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak perlu.
Solusi: Aplikasi Thrust
Saya memutuskan untuk membuat aplikasi yang dapat membantu saya tetap fokus dan tidak terganggu. Saya membangun aplikasi Thrust yang dapat memantau workspace saya dan memberitahu saya apa yang harus saya lakukan.
Fitur Utama Thrust
- Local Agent: Skrip Node.js yang berjalan secara lokal dan memantau perubahan di workspace saya
- Gateway: Menghubungkan ke gateway lokal melalui WebSockets
- Brain: Menggunakan Claude 4.6 Sonnet untuk menganalisis konteks dan progres timeline
- Output: Memberikan briefing pagi di dashboard web: "Kemarin Anda menyelesaikan controller pemain. Berdasarkan GDD, Anda perlu membangun deteksi hit hari ini. Berikut adalah skrip yang Anda sentuh terakhir. Jangan mulai bekerja pada sistem partikel sekarang juga."
Kesimpulan
Aplikasi Thrust dapat membantu saya tetap fokus dan tidak terganggu. Saya sedang menjalankan tes alpha dan jika Anda ingin mencobanya, silakan mendaftar di waitlist.



