Oke jadi lo perlu tau nih, situasi dunia futebol lagi kayak drama series yang gak ada habisnya. Federasi Sepakbola Mexico (FMF) baru aja keluar statement bahwa mereka solid banget mendukung Gianni Infantino, bos FIFA yang lagi kena kritik keras soal skandal World Cup sell-off.
Yang bikin interesting? Mexico itu bagian dari Concacaf, confederasi yang justru lagi ngut-ngutain Uefa buat minta perubahan governance di FIFA. Tapi Mexico di sini choose to be different - mereka dengan jelas statement mendukung Infantino dan bilang gak bakal recognise proses apapun yang convene di luar kerangka institusional FIFA. Big brain move atau red flag sih? Kita liat aja.
Argentina Football Association (AFA) juga langsung gaspol ngikutin langkah Mexico. Dalam statement mereka yang panjang banget (kayak essay sejarah), AFA praise Infantino's leadership selama 10 tahun dan bilang transformation yang dia bawa ke FIFA itu based on transparent governance. Mereka juga acknowledge kesalahan soal proses yang withdrawn dan minta semua pihak prioritize governance standards.
Di sisi lain, Concacaf (termasuk USA) dan Uefa lagi satu suara minta FIFA buat reformasi governance. Norwegia bahkan udah terang-terangan minta Infantino resign. Sementara Confederation of African Football reaffirm support mereka buat Infantino.
Fun fact yang bikin plot twist: ada speculation bahwa Mexico pengen switch confederation dari Concacaf ke Conmebol (South America). Kalau ini beneran terjadi, artinya Mexico pengen deket sama Argentina dan allies Infantino lainnya. Block vs block makin keliatan.
Dari perspektif geek opinion: ini classic power struggle yang biasa lo liat di strategy game. Infantino udah 10 tahun di puncak, dan ada kelompok yang mau change - tapi supportersnya masih banyak. Football's civil war ini basically belum kelar, dan March 2026 election nanti bakalan jadi moment of truth. Yang menang? Still unpredictable banget.



