Microservices: Pembunuh Startup yang Mengintai di Balik Bayang-Bayang
Microservices adalah sebuah konsep yang sangat populer di kalangan pengembang perangkat lunak. Namun, apa yang terjadi ketika microservices menghancurkan sebuah startup?
Kasus FastPay
FastPay adalah sebuah startup fintech yang memiliki 50.000 pengguna aktif bulanan. Mereka memiliki 12 insinyur yang bekerja pada sebuah monolith yang terstruktur dengan baik. Namun, ketika CTO baru bergabung, mereka memutuskan untuk mengadopsi microservices.
- Mereka membagi monolith menjadi 40 microservices
- Mereka mengadopsi Kubernetes, gRPC, dan Istio
- Mereka mengalami peningkatan biaya, penurunan kecepatan deploy, dan peningkatan kompleksitas
Pelajaran yang Diperoleh
Apa yang dapat kita pelajari dari kasus FastPay?
- Jangan mengadopsi microservices tanpa alasan yang kuat: Microservices memiliki kompleksitas yang tinggi dan biaya yang besar. Pastikan Anda memiliki alasan yang kuat untuk mengadopsinya.
- Perhatikan ukuran tim: Jika tim Anda kecil, microservices mungkin tidak cocok untuk Anda.
- Perhatikan kebutuhan skalabilitas: Jika Anda tidak memiliki kebutuhan skalabilitas yang tinggi, microservices mungkin tidak diperlukan.
Kesimpulan
Microservices dapat menjadi pembunuh startup jika tidak diimplementasikan dengan benar. Pastikan Anda memahami kompleksitas dan biaya yang terkait dengan microservices sebelum mengadopsinya.



