Brader, lo tau nggak? Beberapa tahun lalu, Andy Green - former RAF wing commander - ngebut di Bonneville Salt Flats, Utah, pake JCB Hydromax car dan berhasil pecahin rekor kecepatan 406.320 mph. Tapi yang bikin mindblown, Green emang udah pegang rekor absolute land speed record sejak 1997, yaitu 763.035 mph, pas dia nembus speed suara di darat pake ThrustSSC. Nah, ini baru bagian contemporary-nya aja.
Sekarang, FIA lagi ng-digital-in archive mereka yang isinya lebih dari 2 juta dokumen dan gambar dari lebih seabad pengalaman para pembalap yang bener-bener nggak ada tuh yang namanya "safety first". Mulai dari Count Gaston de Chasseloup-Laubat dari Perancis yang nge-set first record di 1898 sama speed 39.24 mph, terus disusul Camille Jenatzy dari Belgia yang pertama kali nembus 100 km/h pake mobil torpedo-shaped-nya, La Jamais Contente ("The Never Contented"). Sampe era keemasan tahun 1930-an yang dominasi sama British, mulai dari Malcolm Campbell sampe George Eyston dan John Cobb, yang nge-drive range speed dari 231 mph sampe 367 mph.
Di periode ini, Malcolm Campbell pecahin 300 mph barrier di Bonneville tahun 1935, dan pengalaman ini bener-bener intense banget. Ini quote asli dari Campbell yang bikin merinding:
"Tiba-tiba layar windscreen tertutup lapisan oli, gas beracun dari mesin mulai masuk ke kokpit, dan aku sadar bahwa kapan aja aku bisa menghilang. Ban depan pecah, gas knalpot masuk ke kepala, dan aku harus ngontrol mobil yang udah nggak bisa keliatan karena layarnya opaque."
Roger Banowetz, president FIA land speed records commission, nge-comment dengan singkat: "Lo nggak bisa cuma masukin cruise control dan jalan. Ini salt flat, traction-nya jauh lebih rendah dari aspal, jadi challenge-nya naik exponential."
Mulai era 1960-an, mobil nggak lagi pake roda buat gerak, tapi mulai pake jet engine dan rocket engine. Duncan Campbell (anak Malcolm) adalah yang terakhir pegang rekor roda-driven di 403.10 mph pas FIA nge-allow penggunaan thrust power. Craig Breedlove dari California nunjukin masa depan dengan naro jet fighter engine di chassis tiga roda, Spirit of America, dan sampe 407 mph tahun 1963. Habisnya, aturan FIA ngarah ke era baru di mana Breedlove dan Art Arfons adu kompetitif dan nge-exchange record dari 400 mph ke 600.601 mph dalam kurun 1963-1965. Dokumen-dokumen FIA nunjukin telegram Breedlove yang konfirmasi record barunya, kali ini dengan empat roda yang bener.
Gue pribadi sih think ini sport ini emang peak extreme - gabungan antara engineering genius, nyali sebesar mountain, dan determinasi yang luar biasa. Banowetz bilang: "Orang-orang yang masuk sport ini diapresiasi karena unik - kalau lo bisa impi-in, lo bisa bikin, lo bisa race." Dan setelah baca arsip-arsip ini, lo bakal realize bahwa generasi-generasi earlier ini emang hidup di era yang berbeda banget. No computer simulation, no advanced materials science, just pure bravery dan mechanical ingenuity. Respect banget buat para pioneer ini! 🔥



