Oke, dengerin ya — Monday.com baru aja umumin PHK sekitar 20% workforce mereka, alias lebih dari 600 orang. Kenapa? Karena mereka lagi transisi ke "AI-first vision" yang sudah mereka gas sejak rebranding tahun lalu. Co-founder Eran Zinman bilang sih ini bukan soal kurangi biaya atau replace orang dengan AI, tapi tetep aja bro, 600+ orang kehilangan pekerjaan.
Ini bukan cerita baru sih sebenernya. Menurut analisis Financial Times, sejak awal 2026, perusahaan tech US udah slash hampir 140.000 jobs. Amazon, Oracle, Meta, sama Microsoft doang udah ngeluarin hampir 50.000 karyawan — dan semuanya lagi pump triliunan dollar ke AI data center. Ironinya? Perusahaan-perusahaan yang ngaku AI sebagai alasan PHK malah underperform Nasdaq почти 10% dalam 30 hari setelah pengumuman. Market gak percaya sih sama narasi mereka.
Tech Giants yang Ikut-ikutan:
Microsoft nge-gaspoll 4.800 roles di Xbox gaming unit (3 tahun setelah beli Activision Blizzard $75 miliar). Oracle lebih brutal — 21.000 karyawan dipotong dalam 12 bulan, alias 13% workforce mereka. GitLab PHK 350 orang (14% staff) buat danain AI infrastructure,CEO mereka bilang agentic workloads lagi push competitors ke batas.
Google ambil pendekatan stealth — silent cuts di Cloud division termasuk Threat Intelligence Group, sementara Cloud revenue mereka naik 63% jadi $20+ miliar. Mereka udah kurangin 35% managers yang oversee small teams. Kerennya, Google gak pernah umumin angka total — semua jadi rolling process.
Meta move interessante — Mark Zuckerberg potong 8.000 orang tapi gleichzeitig pindahe 7.000 ke AI-focused roles. Ironically, engineers yang dipindah ke unit AI itu reportedly miserable, bilang unit baru itu "a soul-crushing gulag."
Cloudflare mungkin yang paling ironic — CEO Matthew Prince bilang "the vast majority of those we laid off were measurers" (middle management, finance, legal) pas mereka baru rekor revenue tertinggi. 1.100 orang di-PHK tapi quarterly revenue naik 34% year-over-year. Classic.
PayPal masterplan — Enrique Lores bilang bakal potong 20% workforce (4.500+ jobs) dalam 2-3 tahun ke depan, dan mereka langsung bentuk "AI transformation and simplification team" yang langsung report ke dia. Mereka planning aggressively adopt AI di development, customer service, support operations, sampe risk management.
Daftar长度 lainnya:
- Intuit: 3.000 jobs (17% workforce)
- Cisco: 4.000 jobs despite profit naik
- GM: 500-600 jobs di IT, AI playing a role
- Coinbase: 700 orang (14%) + experiment "one-person teams" yang combine engineering, design, product
- IBM: 3.000-9.000 jobs tapi planning triple entry-level hiring buat AI roles
- Atlassian, Dell, Block, Salesforce, Amazon — semua juga ikut-ikutan dengan angka yang gak main-main
Tapi gak semuanya gloom and doom. Anthropic sama OpenAI lagi hiring gila-gilaan, nyerap talent yang di-PHK elsewhere. Dan di dalam perusahaan yang lagi potong, headcount-nya gak sepenuhnya hilang — lebih ke shift. Meta example yang bagus: 7.000 orang dipindah ke AI roles, meskipun banyak yang apparently OTW.
Jadi apa yang sebenernya happening? Ini bukan soal "AI replace manusia" yang simpel. Lebih ke perusahaan-perusahaan lagi restructure, flatten organizational layers, dan reinvest savings ke AI infrastructure. middle management paling kena — karena AI bikin span of control lebih lebar, jadi fewer managers needed dengan more direct reports.
Yang bikin kita mikir? Data point ini penting banget — perusahaan yang public ngaku AI sebagai alasan PHK underperform market. Ini suggests maybe investor skeptical sama execution, atau mungkin mereka ngerasa companystyle="color: inherit;" belum punya clear roadmap gimana AI investment bakal translate jadi revenue. Either way, buat workers yang impacted, narasi bisnis di atas kertas gak nguapin hidup mereka yang udah di-PHK.
Kita lagi witnesses a genuine industry-wide restructuring, tapi executionnya masih messy dan gak uniform. Some companies are genuinely pivoting, some are using it as cover buat cost-cutting, dan some are doing both simultaneously.



