Eh gua baru baca berita yang bikin gua Speechless nih.
OpenAI apparently lagi develop speaker AI berbentuk donat. Ya, lo dengar benar — DONAT. Bukan kotak kayak Echo atau bulet kayak HomePod, tapi bentuk donat. Menurut laporan Bloomberg, desain ini dipilih biar lo bisa bawa-bawa speaker ini ke mana aja di rumah — dari meja nakal di kamar sampai dapur pas lo masak. Intinya ini tuh kayak ChatGPT yang punya badan fisik dan bisa nemenin lo kemana-mana.
Detail Teknis yang Bikin curious
Jadi begini, si "donat" ini terbuat dari high-quality metal dengan tampilan premium. Trus ada detail yang bikin gua bingung — moving parts. Moving parts di speaker buat apa coba? Apakah bisa muter-muter? Atau ada mekanisme unik yang bikin pengalaman lebih interaktif? Dari sumber yang ga disebutkan namanya, mereka cuma bilang "premium look" dan ada bagian yang bergerak. Ini tuh misterius banget, kayak plot twist di film horror.
Harga? Wah, ga murah bro.
Banderolnya ditaksir $300 sampai $400 atau kalau dirupiahin sekitar Rp 4,8 juta sampai Rp 6,4 juta. Sebagai perbandingan:
- Amazon Echo: mulai dari $40 (Rp 640 ribuan)
- Amazon Echo speakers paling mahal: $240 (Rp 3,8 jutaan)
Jadi ini tuh 4-10x lipat lebih mahal dari speaker pintar biasa. Worth it nggak sih? Tergantung fitur yang dibungkus moving parts itu.
LoveFrom x OpenAI: Jony Ive is in the house
Ini yang bikin makin interesting. Device ini dikembangkan dalam partnership dengan LoveFrom, studio desain yang didirikan sama Jony Ive — desainer legendaris yang udah bikin iPhone, iPod, sama MacBook iconic. Nah lo, kalau desainer sekelas Jony Ive turun tangan, berarti ini bukan speaker biasa.
Geek Opinion
Gua rasa langkah OpenAI ke hardware market ini cukup strategic, tapi juga risky. smart speaker market tuh sebenernya not that profitable — Amazon aja tercatat rugi billions dolar dari lini Alexa/Echo. Ditambah harga yang pricey banget ($300-$400), ini bakal jadi tough sell buat consumer market.
Tapi di sisi lain, kalau fitur AI-nya emang next-level dan moving parts itu beneran keren, ini bisa jadi game-changer buat cara kita interaksi sama AI di rumah. Bayangin lo punya ChatGPT yang bisa lo pindah-pindahin kayak flashlight — dari kasur pas mau tidur, ke dapur pas mau tanya resep, ke ruang tamu pas mau main.
Yang bikin makin DRAMA: OpenAI lagi digugat sama Apple atas tuduhan pencurian trade secrets. Jadi selain battle di pasar, mereka juga lagi hadepin lawsuit di pengadilan. ICYMI, Apple nuduh OpenAI udah ngambil teknologi rahasia mereka. OpenAI? They denied wrongdoing, obviously.
Target release: 2027. Masih lama sih, tapi gua personally excited buat ngeliat apa yang keluar dari kolaborasinya Jony Ive dan Sam Altman. Siap-siap dompet gua nangis.



