Oke, jadi lo mungkin udah denger soal Polymarket—platform prediction market yang lagi rame banget itu. Tapi ada fakta seru yang baru aja diungkap oleh WIRED, dan ini bikin kepala lo bisa muter.
Intinya gini: Polymarket punya entitas perusahaan di Panama bernama Adventure One QSS yang seharusnya jadi operasi offshore mereka. Masalahnya? Para staff perusahaan ini ternyata kerja dari New York, bukan Panama. Gila kan?
Wait, Kok Bisa Begini?
Jadi ceritanya, di tahun 2022, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) nuduh Polymarket beroperasi sebagai derivatives exchange tanpa lisensi. Mereka langsung disuruh cabut dari AS dan berhenti melayani customer US-based.
Sebagai bagian dari settlement, Polymarket bikin perusahaan baru di Panama—Adventure One QSS—yang seharusnya jadi entitas offshore yang ngelola operasi platform mereka. Tapi menurut mantan karyawan yang ngomong ke WIRED, staff Adventure One QSS ini:
- Tinggal di New York
- Kerja dari kantor Polymarket di Manhattan
- Nggak pernah ke Panama
- Nggak ada rekan kerja di Panama
Mantan CFTC lawyer yang ngomong ke WIRED bilang: "We would have really liked to know that the people purportedly in Panama weren't actually in Panama." Kayak kita juga mau tau, bro!
Sedikit Plot Twist: FBI Raids Apartemen CEO
Ini belum termasuk fakta-fakta lain yang bikin Polymarket makin "red flag":
- CEO Shayne Coplan apartemennya di-raid FBI pakai battering ram
- Seorang Google employee dan special forces soldier diklaim pemerintah AS udah amass fortune lewat insider trading di platform ini
- Perusahaan bayar influencer lewat PayPal personal salah satu executive
Semakin ke sini kok makin kayak plot drama corporate thriller sih, tapi oke.
Struktur Korporat yang Bikin Pusing
Yang bikin lebih aneh lagi, Intercontinental Exchange (NYSE parent company) invest sampai $2 miliar di Polymarket—tapi investasinya masuk ke Blockratize, BUKAN Adventure One QSS. Jadi ada pemisahan yang cukup jelas antara entitas Panama sama yang US-based.
Adventure One QSS emang nggak sepenuhnya nyatu sama Blockratize. Staff mereka di US nggak punya permanent desk, dan tugasnya fokus ke offshore platform. Sementara tim Blockratize yang lebih gede ngurusin platform US-licensed, marketing, dan hal-hal lain.
Ada Apa dengan Panama?
Panama emang dikenal punya sistem pajak yang menarik untuk multinational companies, privacy laws yang kuat, dan requirements pendaftaran yang gampang. Tapi di kasus ini, Polymarket bikin perusahaan di Panama karena forced by settlement—bukan karena emang butuh.
Former CFTC enforcement trial attorney Jack Murphy bilang, CFTC di bawah pemerintahan Trump nggak prioritasin kasus soal unlicensed exchanges. Tapi investigation terbaru soal deceptive marketing practices (WSJ nunjukin mereka bikin website palsu buat influencer bikin fake winning bets) ini lebih align sama prioritas mereka.
Geek Opinion
Secara keseluruhan, struktur Polymarket ini kayak patchwork legal yang dirancang buat navigasi regulasi—tapi dengan holes yang cukup mencolok. Bahwa staff yang seharusnya offshore justru kerja dari Manhattan itu jelas "odd, even if it is legal"—kata Todd Phillips, financial services regulation expert.
Apakah ini melanggar settlement 2022? Apakah CFTC akan gerak? Kita liat aja. Tapi yang jelas, buat platform yang berbasis di trust dan transparency, Polymarket definitely punya some explaining to do.
Tags: #Polymarket #PredictionMarket #Crypto #Regulasi #Blockchain #TechNews



