Gue mau tanya nih - lo pernah nggak feeling curiga sama newsletter favorit lo, terus心底 suspect kalau tulisan itu kayaknya bukan dari manusia? Nah, Substack baru aja launching fitur yang bakal bikin lo bisa bedain mana yang asli dari manusia, mana yang dari AI. OP banget kan?
Gimana Sih Cara Kerjanya?
Jadi gini kronologinya, bro - Substack announce integration sama Pangram, sebuah AI writing detection software yang bisa lo pake buat scan posts, comments, dan replies di aplikasi Substack. Nanti lo bakal dapet estimasi, nih - berapa persen sih konten yang beneran ditulis sama manusia, dan berapa persen yang dari AI. Kayak ada cheat sheet gitu lah buat lo yang pengen tau originality dari tulisan yang lo baca.
Key Features yang Bikin Geer
Fitur ini bakal available di aplikasi Substack untuk:
- Post dengan karakter di atas 100
- Notes dan replies
- Comments
Terus yang keren lagi, Substack bakal ngasih opsi buat para writers untuk include AI author's note secara opsional - jadi kalau emang mereka pake AI buat assist writing, mereka bisa disclose dengan transparan. Persis kayak fitur labeling AI content yang sekarang udah rame di YouTube, TikTok, bahkan Spotify.
Tapi jangan salah, CEO Substack Chris Best udah jelasin sih tujuannya bukan buat ngelarang atau nge-penalize AI-assisted writing:
"Software should do everything else, but I think you do want the person to do the hard part."
Jadi intinya mah, AI boleh dipake buat hal-hal yang repetitif, tapi ide utama dan tulisan yang berbobot tetep harus dari manusia. Red flag sih sebenernya kalau ada writer yang sepenuhnya bergantung ke AI tanpa contribute apa-apa.
Geek Opinion: Good Move Atau No Obat?
Menurut gue, ini move yang cerdas sih. Di era where AI now playing bigger role in creation process, transparency itu penting banget. lo bisa bayangin nggak - newsletter yang lo subscribe bertahun-tahun ternyata isinya auto-generated semua? That would be a major red flag buat trust issue.
Dengan fitur ini, Substack ngajarin kita bahwa authentic human writing still valuable. Bukan berarti AI itu jahat, tapi ada "hard part" yang harus tetep dilakukan sama manusia - yaitu ide yang worth reading, worth caring about, dan worth sharing. Gaspol untuk Substack yang berani kasih transparency tool ke pembaca mereka!
Yang menarik juga, publishers bisa run Pangram di drafts mereka sendiri sebelum publish. Jadi writer bisa tau sendiri nih estimasi AI content ratio sebelum posting. Pretty cool buat yang pengen kontrol kualitas tulisan mereka.



