Oke gue harus jujur, nonton Tour de France itu أحياناً (terkadang) bikin frustrasi kalau lo support rider lain. Kenapa? Karena ada Tadej Pogacar yang kayaknya udah nge-hack game难度 (difficulty) di dunia sepeda. Slovene muda ini baru aja meraih gelar Tour de France kelimanya di巴黎 (Paris), dan yang bikin gila — dia menang dengan selisih hampir 6,5 menit dari runner-up. Six. Half. Minutes. Dalam konteksbalapan 3 minggu, itu bukan margin, itu jurang.
The Goat Move: 5 Stages + 2 Rekor Gunung Legendaris
Pogacar nggak cuma menang — dia dominate. Lima stage yang dia kantongi bukan hasil dari keberuntungan, tapi dominasi total. Dia smash rekor waktu di Col du Tourmalet dan Alpe d'Huez, dua tanjakan yang jadi mimpi buruk bagi sebagian besar cyclist dunia. Ini bukan sekadar menang, ini ngukir nama di dinding sejarah cycling.
"I did really good this Tour," kata Pogacar pasca etape ke Alpe d'Huez. Kalem banget padahal dia baru aja menulis ulang buku rekor. Kalau competitor lain? Pasti lagi typing pesan "gg wp" di grup chat mereka.
Mathieu van der Poel: The Final Boss yang Nggak Bisa Digeprek
Di etapa pamungkas di Champs-Élysées, Mathieu van der Poel jadi sorotan dengan kemenangannya yang super dramatis. Dia break clear sama Pogacar di climb terakhir Butte de Montmartre, terus di sprintfinal dia nahan attacks dari pack pemburu. Selisihnya? Cuma selebar ban. Literally. Itu yang disebut tyre's width margin — margin kemenangan yang bikin siapapun yang nonton deg-degan.
kontroversi? Ada. Tapi Pogacar Stay Clean Vibes
Nah ini bagian yang perlu kita bahas. Tim Pogacar, UAE Emirates XRG, punya manager Mauro Gianetti yang memang punya baggage dari masa lalu — salah satunya skandal Saunier Duval 2008 yang melibatkan Riccardo Riccò dan doping. Belum lagi tes tengah malam yang dilakukan Independent Testing Agency (ITA) terhadap Pogacar dan rivalnya Jonas Vingegaard beberapa hari sebelum finish di Paris.
Tapi Pogacar sendiri? Terima aja. "If this is necessary to prove that we are riding clean, then I totally accept it. I commit to it." Class act dari seorang champion. Dia paham bahwa di era sekarang, credibility itu penting banget.
What Next: Grand Slam Ambition
Dengan usia 27 tahun dan di puncak kemampuan, Pogacar sekarang tgtargetin Vuelta a España — Grand Tour satu-satunya yang belum dia menangkan. Kalau berhasil, dia bakal raih Grand Slam semua Grand Tour. Eddy Merckx udah bilang: "He'll soon break our record for Tour victories." Dan jujur? Gue nggak kaget kalau itu terjadi. Kita lagi saksi hidup bangkitnya seorang generational talent yang mungkin nggak akan ketemu lagi dalam 50 tahun.
Tour de France 2027? Grand Départ dari Scotland, tepatnya Edinburgh. Christian Prudhomme bilang kota itu "magical" dan semoga bisa bantu grow cycling events di Great Britain. Gaspol! 🏴



