Tablet yang Mau Jadi Dua Hal Sekaligus
Lo pernah nggak sih, lagi asik nulis catatan di tablet E Ink, terus pengen banget nonton baseball game tapi harus switch ke device lain? Nah, TCL Note A1 Nxtpaper ini hadir buat lo yang pengen dua-duanya: pengalaman nulis yang adem kayak E Ink, tapi tetap bisa jadi tablet "normal" buat nonton, scroll sosmed, atau ngapain aja.
TCL Note A1 Nxtpaper ini bukan E Ink, tapi pakai teknologi layar matte LCD proprietary mereka yang namanya Nxtpaper. Resolusinya 1440 x 2200 pixel dengan refresh rate 120Hz. Secara visual, memang keliatan mirip E Ink - reduce glare, lebih nyaman di mata - tapi tetap bisa render warna dan responsif kayak Android tablet biasa.
Spesifikasi & Hardware
- Processor: MediaTek G100
- RAM: 8 GB
- Storage: 256 GB
- Layar: 1440 x 2200 pixel matte LCD, 120Hz
- Ketebalan: 5mm
- Berat: 500 gram (hampir sama kayak Kindle Scribe 11 inch)
- Body: Full aluminum
Harganya? Rp 9 jutaan ($600, lagi ada sale jadi $550). Mahal? Tergantung sih, tapi lo dapet tablet + stylus (T-Pen Pro) yang biasanya dijual terpisah di brand lain.
T-Pen Pro: Highlight Utama
Ini yang bikin gue cukup impressed. Stylus T-Pen Pro-nya included dalam box - uncommon banget di era sekarang dimana Apple aja jual Apple Pencil terpisah. Pressure sensitivity-nya oke banget, latency-nya rendah, jadi nulis terasa natural. Lo bisa customize pen type, warna, ketebalan garis, dan bahkan set custom shortcuts.
Beda sama ReMarkable yang effort banget buat dapat texture "kertas"-nya, TCL Note A1 ini tetap terasa kayak nulis di glass tablet. Tapi kalau lo kayak gue yang nggak terlalu kediah soal exact paper feel, ini udah lebih dari cukup buat note-taking, annotating dokumen, atau bahkan sketching.
Software note-taking-nya juga cukup lengkap. Lo bisa buka format PDF, Word, PowerPoint, Excel, EPUB, MOBI, bahkan AZW3 (Kindle). Mau pakai Google Play Store, F-Droid, atau sideload app? Semua bisa.
Yang Bikin Sedikit Nyebelin
Ada dua pain point utama:
1. Keyboard Case-nya Ribet Banget TCL kayaknya hire origami expert buat design keyboard case ini. Instead of dua panel kayak tablet lain, ini punya tiga panel. Result? Berlebihan berat, tebal, dan kompleks. Tapi jujur, keyboard-nya sendiri enak buat ngetik.
2. Nggak Ada Tombol Volume Seriously, tombol volume itu penting. Kenapa diilangin? Gue harus akses software controls setiap mau ubah volume. Annoying banget.
3. UI Masih Work in Progress Interface TCL buat note-taking masih bikin bingung di beberapa spot. Contoh simpel: gue nggak nemu cara buka note dalam reading mode terus switch ke editing mode langsung. Harus exit dulu, balik ke main menu, baru reopen. Hal-hal kayak gini yang bikin user experience jadi kurang smooth.
Inspiration Space: Fitur yang Gue Suka
Ini salah satu highlight UI yang TCL kasih. Inspiration Space berfungsi kayak free-form clipboard area. Lo bisa clip text dari dokumen apapun (termasuk web pages), save, terus convert ke text atau apply AI tools yang tersedia. Terlalu similar sama clipboard Evernote yang gue udah lama tinggalin. Good stuff.
Competitor & Kesimpulan
Kalau lo mau E Ink experience paling "paperlike", ya belinya ReMarkable. Tapi yaudah, nggak bisa nonton video atau buka sosmed dengan nyaman.
Competitor internal TCL sendiri adalah Nxtpaper 11 Plus yang lebih murah (sale di bawah Rp 5 jutaan) dengan chip lebih lemah dan tanpa custom UI. Worth it? Mungkin lebih worth it sih, karena Note A1 nggak dua kali lebih baik dari Nxtpaper 11 Plus.
Verdict: 6/10
TCL Note A1 Nxtpaper bukan perangkat sempurna, tapi buat right person, ini udah cukup dekat. Layar excellent dan cukup "paperlike" buat mayoritas orang, writing/drawing experience great, keyboard berfungsi dengan baik meskipun flawed, dan software udah 90% di sana. Kalau lo udah lama cari hybrid tablet yang lebih versatile dari E Ink, ini salah satu yang terbaik yang pernah gue test.



