Guys, ada pola yang lagi terjadi di kalangan tech elite dan kita perlu bahas ini. Para founder yang udah "made it" — udah tajir, udah sukses, udah punya nama — sekarang malah pada balik lagi buat grinding di AI. Kayak nggak ada yang cukup, ya?
Tom Blomfield: Dari Y Combinator ke Anthropic
Contoh yang paling fresh adalah Tom Blomfield. Dude ini co-founder GoCardless dan Monzo, kemudian jadi Partner di Y Combinator selama 4,5 tahun. Nah, Senin lalu dia umumin kalau dia mengambil leave of absence dari YC buat join Anthropic's compute team — tapi bukan sebagai executive, melainkan sebagai Member of Technical Staff. Yep, posisi yang sama kayak fresh graduate, nggak ada title mewah.
Blomfield framing keputusannya dengan sangat sederhana: dia nggak mau miss defining moment AI. Dan kalau kita pikirin lagi, ini mirip banget dengan pola yang diambil orang-orang lain.
Mike Krieger dan Andrej Karpathy Ikut Nimbrung
Blomfield bukan satu-satunya. Mike Krieger, co-founder Instagram yang seharusnya bisa aja rebahan forever, join Anthropic tahun lalu sebagai Chief Product Officer. Sementara Andrej Karpathy — founding member OpenAI, mantan Lead AI di Tesla, dan founder Eureka Labs — juga masuk Anthropic's pre-training team Mei lalu dengan framing yang hampir identik: "next few years at the frontier of LLMs will be especially formative."
Chamath Palihapitiya: Dari "All In" ke Full-Time CEO
Nggak semua orang masuk lab orang. Chamath Palihapitiya, yang lebih dikenal sebagai "SPAC King" dan host podcast "All In" sejak tinggalin Facebook tahun 2011, baru aja ngambil full-time operating role pertamanya dalam lebih dari satu dekade sebagai CEO 8090 Labs — startup AI coding enterprise-nya sendiri.
Bersamaan dengan announcement itu, Chamath juga raise $135 million Series A led by Salesforce Ventures. Dia nulis di X, "I am convinced that what we are building now is even more important, so there was no decision to make except to be all in." Keren abis attitude-nya.
Eric Wu dan NavigateAI
Eric Wu yang udah nge-run Opendoor selama satu dekade sebelum mundur di 2023, sekaranglaunch NavigateAI — AI "copilot" buat construction workers — dengan $25 million seed funding. Katanya langsung: "I knew if I looked back in 10 years and didn't do something related to it, I would probably regret that."
Peter Bailis: CTO Workday Cuma Bertahan Setahun
Ini yang paling mind-blowing. Peter Bailis, yang jadi CTO Workday Maret lalu (peran yang oversee AI strategy di bisnis $8 billion revenue), cuma bertahan kurang dari setahun sebelum trading semuanya buat jadi Member of Technical Staff di Anthropic.
Geek Opinion
Jadi apa yang terjadi di sini? Semua orang-orang ini udah punya uang, udah punya reputasi, udah punya segalanya — tapi mereka balik lagi dengan title yang "flat" dan tanpa hierarki. Mereka nggak datang sebagai CEO atau VP. Mereka datang sebagai Member of Technical Staff.
Ini bukan soal uang doang (meski$135M Series A Chamath bilang lain). Ini soal FOMO level cosmic terhadap AI. Mereka semua convinced bahwa AI, especially di level LLM frontier, akan define the next decade — dan mereka nggak mau jadi spectator.
BTW, kalau lo ngerasa stuck di career lo sementara orang-orang ini malah grinding harder padahal udah sukses — lo nggak sendirian. Tapi maybe ini jadi reminder bahwa untuk orang-orang типа ini, "sukses" bukan终点, tapi just another starting line.
What do you think? Are we seeing a mass exodus of tech veterans into AI, or is this just the natural flow of talent? Drop your thoughts below!



