udah jadi rahasia umum kalau Elon Musk jago banget dalam hal bikin janji-janji besar yang sometimes too good to be true. Nah, latest dari Tesla yang bikin investor mulai deg-degan adalah soal program robotaxi mereka. Dalam earnings call terbaru, Musk berusaha paint a positive picture — katanya Cities baru makin nambah, mileage makin naik, dan orang-orang makin banyak yang merasakan kendaraan Tesla tanpa supervisor.
Tapi wait, datanya bicara lain.
##Data Nyata: Tesla vs Waymo = Gap yang Lebar Banget
Mari kita bahas numbers-nya, bro. Tesla klaim bahwa robotaxi tanpa supervisor mereka udah ngewalahan 380.000 miles di enam cities lewat dua states. Sounds impressive? Nope. Karena saingan terdekat mereka, Waymo, routinely ngendarain sekitar four million miles per week. Lo bisa bayangin nggak? Total mileage Tesla selama setahun — ya itu 380.000 miles itu — masih di bawah 10% dari apa yang Waymo lakukan dalam seminggu.
According to Robotaxi Tracker yang di-crowdsource, saat ini Tesla cuma punya:
- 16 kendaraan tanpa supervisor di Austin
- 4 di Dallas
- 1 di Houston
literally bukan fleet, ini lebih kayak demo unit.
BNP Paribas Equity Research analyst James Picariello bahkan sampai menyebut kondisi ini sebagai "an alarming decline" dalam research note-nya ke klien. Nah lo.
##Tesla Kena Regulasi: New Jersey Mau Banned Sensor-Limited Robotaxi
Bukan cuma soal numbers yang bikin pusing, tapi juga regulatory landscape. New Jersey lagi mempertimbangkan bill yang essentially bakal ban robotaxi yang nggak punya multiple sensors kayak radar dan lidar. Tesla dengan approach camera-only mereka jelas bakal impacted parah.
Tesla VP of Vehicle Engineering Lars Morvay sampai ngaku sih, "the stuff in New Jersey is a little bit disheartening." That’s satu kalimat yang quite telling kalau lo tanya gue.
Tesla emang suka flex soal approach camera-only mereka, dengan Head of AI Ashok Elluswamy bilang mereka "show that you can have safe, comfortable, and affordable autonomy with just cameras." Tapi regulator apparently nggak sepayah itu.
##Safety: The Open Question
Musk waktu earnings call bilang mereka mau "ensure that we do not harm anyone at all and ideally do not even run over a pet." Subtle swipe ke Waymo yang udah pernah nyetop beberapa animals over the years. Tapi realitanya, Tesla’s Full Self-Driving lagi under investigation sama National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) dengan potential future recall.
According to Robotaxi Tracker, fleet Tesla udah terlibat sekitar 18 incidents — 56% dari itu fault другой driver sih, tapi tetap aja ini bukan record yang bikin gue confident.
Dan yang bikin annoying: Tesla cenderung redact banyak detail penting soal crashes mereka. Klasik Tesla, bro.
##Geek Opinion: Red Flag Atau Wait and See?
Gue pribadi sih, ini classic case of "vision遥遥领先 tapi execution stuck in traffic." Tesla robotaxi masih pakai FSD version 15, sementara customer vehicles masih di 14.3.6. It's like they’re running two different experiments simultaneously.
Yang gue notice: Tesla constantly expanding ke new cities instead of doubling down on one city. Pas Elluswamy ditanya soal ini, jawabannya "we want to make sure that our stack is a very general one" — which sounds cool tapi bagi gue itu terkesan seperti mereka nggak bisa dominate satu market dengan solid.
Waymo meanwhile udah proved themselves di multiple cities dengan sensor suite yang lebih robust. They’re not perfect, but their mileage numbers don’t lie.
Jadi intinya? Tesla robotaxi masih jauh dari kata "glowing" kayak yang Musk claim. Investors, supporters, dan customers diharapkan buat "look past shortcomings" — tapi how long can you ignore data yang segitu transparannya?
Ini bukan soal Tesla gak capable. Mereka definitely capable. Tapi soal timing dan expectations yang gak realistic. Robotaxi dream mereka masih banyak turbulence ahead.



