Lo tau gak sih, Donald Trump yang sekarang udah gak jadi presiden AS lagi, tiba-tiba nyamber soal sepak bola dunia? Yep, dia baru aja nyuruh FIFA supaya jangan Pecat Gianni Infantino dari kursinya sebagai president. Statementnya? "Terrible mistake" kalau Infantino di-remove.
Jadi gini kronologinya, bro. Infantino lagi ada di posisi yang cukup precarious nih, folks. Dia udah kena pressure parah dari berbagai confederation besar kayak UEFA, AFC, dan Concacaf. Why? Karena rencana dia untuk bikin FIFA Forward Enterprise (FFE) — sebuah company yang bakal ngurusin aspek komersial dan operasional turnamen-turnamen FIFA — dan rencana utamanya itu adalah menjual sekitar 20% saham ke investor swasta. Plan ini pada akhirnya gagal total dan bikin banyak pihak ke-trigger.
Nah di tengah situasi kayak gini, Trump muncul di Truth Social miliknya dengan pujian yang gak kaleng-kaleng. Dia nulis, "He is fantastic, having just presided over the most successful World Cup, by four times, ever presented." Kalau diterjemahin, Trump ngerangkai pujian buat Infantino yang katanya udah nge-host World Cup paling sukses, empat kali lipat lebih baik dari sebelumnya. Ditambah lagi, Trump ngegas: kalau Infantino di-remove, "it will never be as successful or profitable again!" — alias gak akan pernah se-sukses dan se-profit itu lagi.
Tapi yang menarik adalah konteks di balik defense Trump ini. Seperti yang kita tau, World Cup 2026 nanti bakal diselenggarkan di Amerika Utara (AS, Kanada, dan Meksiko). Jadi ada speculation kemana-mana nih bahwa defense Trump ini bukan cuma soal friendship atau personal admiration, tapi ada strategic interest di dalamnya. Mungkin aja dia pengen maintain hubungan baik sama Infantino biar negara-negara North America tetap jadi host yang di- prioritize di masa depan.
Meanwhile, UEFA, AFC, dan Concacaf udah nge-hold talk tentang kemungkinan mengorganisir competitions mereka sendiri sebagai backup plan kalau situasi FIFA makin tidak terkendali. Dalam open letter mereka, para heads dari ketiga confederation itu menulis pernyataan yang pretty harsh, bro: "Leadership in football is not a possession. It is not about holding – or demanding – power to be held. It is a duty of service to the football family that entrusts it." Mereka juga nge-accuse Infantino soal "deception" dan bilang kalau trust udah broken, berarti duty udah abandoned. Intinya, mereka mau Infantino resign dengan dignified — keluar dengan kepala tegak, tanpa ngejar re-election di March depan. Tapi mereka juga udah bilang mau insulated themselves dari krisis yang lagi unfolding ini.
Gue personally think ini adalah situasi yang pretty complicated, folks. Di satu sisi, Trump dengan confidence-nya nge-defend Infantino kayak lagi battle politik international. Di sisi lain, confederation-confederation besar udah nunjukin united front buat replace Infantino. Football governance emang selalu penuh drama, tapi yang ini quite next level. Kita liat aja gimana kelanjutannya — apakah Infantino bakal hold on ke posisinya, atau bakal forced to resign before March? Yang jelas, ini bukan last chapter dari drama FIFA ini.



