Vaksin Ebola Paling Janjikan Sudah Ada Sejak 15 Tahun yang Lalu
Vaksin ini dikembangkan oleh ilmuwan Thomas Geisbert pada tahun 2011, tetapi belum pernah diuji pada manusia karena kurangnya dana dan minat.
Namun, dengan merebaknya wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda, vaksin ini kini menjadi perhatian karena kemampuannya untuk melindungi primata dari strain Bundibugyo.
Detail Teknis
Vaksin ini menggunakan metode rekombinan vesicular stomatitis virus (rVSV) untuk mengantarkan instruksi genetik yang dibutuhkan tubuh untuk melawan penyakit.
Pengujian pada primata menunjukkan bahwa vaksin ini dapat melindungi mereka dari gejala penyakit, bahkan setelah terinfeksi.
Fitur Kunci
-
Vaksin ini dikembangkan untuk melindungi dari strain Bundibugyo, yang memiliki tingkat kematian lebih rendah dibandingkan dengan strain Zaire.
-
Vaksin ini menggunakan metode rVSV yang sama dengan vaksin Ervebo, yang telah terbukti efektif melawan strain Zaire.
Pendapat Geek
Vaksin ini memiliki potensi besar untuk melindungi manusia dari wabah Ebola, tetapi kurangnya dana dan minat membuat pengembangannya tertunda.
Namun, dengan perhatian yang meningkat dan upaya untuk mengembangkan vaksin ini, kita dapat berharap bahwa vaksin ini akan segera tersedia untuk melindungi manusia dari ancaman Ebola.



