Lo tau nggak, situasi di FIFA lagi panik parah? Baru-baru ini, rencana investasi private untuk World Cup yang digagas langsung oleh presiden Gianni Infantino mendapat kritik tajam dari dalam negeri sendiri. Malah dari orang-orang terdekatnya!
Arsène Wenger, yang sekarang jadi Chief of Global Development FIFA sejak November 2019, angkat bicara. Dia ngaku kalau nggak pernah dilibatkan dalam proyek tersebut dan pertama kali tau info ini dari media — bayangin aja, bos besar FIFA tau dari berita kayak kita semua. "Keputusan untuk tarik kembali proyek ini absolutely necessary dan beyond question," tegas Wenger. Classy banget表态 dari mantan manager Arsenal ini.
Tapi yang makin bikin situasi Infantino runyam adalah kritik dari secretary jenderal FIFA sendiri, Mattias Grafström. Dalam email ke seluruh staff FIFA yang sekarang udah jadi konsumsi publik, Grafström bilang kalau rangkaian peristiwa ini adalah "a sad and reproachable series of events". Dia juga janji bakal melindungi colleague-colleague-nya dari kerasnya politik internal yang lagi menghantam organisasi. "Individuals, unstable moments and unfortunate episodes come and go. The institution continues," tulisnya. Hmm, kayak mau bilang "kita terseret situasi, tapi FIFA harus jalan terus" gitu.
Bukan cuma Grafström dan Wenger yang kritik Infantino. Carlos Cordeiro, senior advisor Infantino, udah decide untuk resign. Kevin Lamour, chief operating officer FIFA, juga buka suara dan bilang kalau adminstrasi "dibohongin" sama presidennya sendiri. Nice catch ya! Akibatnya, beberapa federasi Eropa udah cabut dukungan buat pencalonan ulang Infantino, dan kemungkinan bakal ada lebih banyak yang ngikutin. Wales jadi negara pertama yang terang-terangan cabut dukungan, dan federasi lain di kawasan Concacaf lagi mempertimbangkan hal yang sama.
Jadi intinya, Infantino lagi di titik lowest point-nya nih. Rencana yang seharusnya bikin FIFA makin "great" malah jadi bumerang. Untung proyek ini udah permanently abandoned, tapi trust publik sama FIFA? Well, itu soal lain. Kita liat aja gimana kelanjutannya — mudah-normidfingers crossed sih mudah-normidfingers crossed.
Sumber: The Guardian Sport



