Jadi, ada nih filosof bernama Yiyang Zhuge yang akhir-akhir ini bikin heboh seluruh internet berbahasa Inggris. Gak tanggung-tanggung, dia berhasil interview Christopher Nolan — salah satu sutradara paling berpengaruh di Hollywood — dan bertanya sesuatu yang deep banget. Pertanyaan pembukanya? "Are you a bard for a civilization at dusk?" Alias, "Apakah lo adalah penyanyi untuk peradaban yang sedang sekarat?" Pertanyaan ini langsung viral dan bikin orang-orang di medsos debat panas.
Dari OP Sampe Dibully, Semua Ada
Zhuge ini sebenarnya udah cukup terkenal di China. Dia nge-host podcast bernama "Monologues of a Committed Observer" yang udah punya lebih dari 940.000 subscriber di platform podcast terpopuler China. Dalam tiga tahun terakhir aja, dia udah rekor lebih dari 360 episode podcast — itu artinya rata-rata satu episode tiap tiga hari, bro. Gak cuma itu, dia juga aktif nulis artikel, nerjemahin buku-buku filosofi (kayak karya Hannah Arendt dan Plutarch) ke bahasa China, dan mengelola akun Xiaohongshu-nya yang punya 360.000 followers. Kayak得多 banget, kan?
Tapi yang bikin semua orang penasaran adalah bagaimana interview Nolan-nya jadi viral di kancah internasional. Geoff Keighley (video game journalist terkenal) share video interview-nya di X, dan video itu udah ditonton lebih dari 18 juta kali. Setelah Zhuge posting sendiri di X-nya, dapat tambahan 6,9 juta views lagi. Dari yang sebelumnya gak ada yang kenal di dunia berbahasa Inggris, tiba-tiba dia jadi "the main character"-nya internet global.
Kenapa Semua Orang Bikin Drama?
Nah, ini yang seru. Begitu Zhuge jadi viral, respons orang-orang di internet langsung polarization level max. Ada yang bilang ini interview terbaik yang pernah dilakukan Nolan untuk film The Odyssey-nya. Tapi ada juga yang sebut "CCP hostage video" — alias认为 dia adalah instrumen propaganda pemerintah China. Yang liberal认为 dia terlalu konservatif, yang konservatif认为 dia voice mereka. Momen "Chinamaxxing" yang lagi hype di mana Gen-Z Amerika kiri endorse budaya China sebagai pelarian dari kecemasan tentang decline Amerika? Sekarang orang-orang kanan juga ikut-ikutan fawning soal reverence Zhuge terhadap klasik-klasik filsafat. two sides of the same coin sih basically.
Dari akun anonim progresif sampe ke National Review, semua punya opinion soal Zhuge. Ada yang nuduh dia Zionis, ada yang bilang dia psy-op China, ada yang minta maaf karena pertanyaan dia ke Nolan lebih bagus dari pertanyaan yang pernah dia terima. Krusial sih emang pertanyaan Zhuge soal Christianization of Greek philosophy dan cara portrait heroes di film — pertanyaan yang jarang banget lo denger di interview celebrity mainstream.
Filosofi 'No Attachment to Fame'
Meskipun sekarang lagi trending, Zhuge sendiri klaim dia gak tertarik sama fame. "I have no attachment to fame and no desire to preserve it for its own sake," katanya dalam wawancara. "What I want is enough freedom and time to build a life centered on thought. That life requires some money, but not very much." Nice philosophy, tapi ya tetap aja dia sekarang jadi sorotan.
Kisah personalnya juga gak kalah menarik. Zhuge ngaku pernah mengalami divorse yang painful dan acumular debt karena proses hukum. Pengalaman itu yang bikin dia balik fokus ke dunia intelektual berbahasa China setelah merasa discouraged di academia berbahasa Inggris. Tough journey sih, tapi akhirnya dia bisa interview Nolan jadi...
Geek Opinion
Honestly, ini kasus yang menarik banget buat diamati. Zhuge berhasil jadi mirror buat kecemasan kolektif orang Amerika soal decline Western civilization. Entah itu dibenci atau disuka, dia berhasil bikin orang-orang debate soal hal-hal fundamental — tentang hero, tentang peradaban, tentang filosofi. Dan yang paling savage? Dia emang gak mau engage lebih jauh sama semua drama di internetnya. "People no longer examine arguments; they investigate affiliations," tulisnya. Damn, that hit different.
Buat yang penasaran sama podcast-nya, Zhuge bisa jadi interessante follow kalau lo mau dengerin ngomongin political science concepts tanpa script sampe 30 menit. Tapi jangan ngaku intellectuals kalau gak tau siapa dia — karena apparently sekarang jadi wajib знать dalam círculo intelektual global. 🔥



