Jadi gini, lo tau gak sih — di dunia groovebox, brand-brand kayak Korg sama Roland emang sering jadi primadona. Tapi ada satu brand yang sering di-sleep on padahal kualitasnya premium banget, yaitu Elektron. Terutama dua produk budget mereka: Model:Samples dan Model:Cycles. Kedua groovebox ini kayak hidden gem yang belum banyak orang discover, dan menurut penulis di The Verge, ini adalah salah satu best bargains di dunia music hardware.
Perbedaan Model:Samples vs Model:Cycles
Secara simpel, Model:Cycles itu menggunakan FM synthesis — engine yang sama dengan Digitone, salah satu synth favorit banyak orang. FM synthesis ini bisa menghasilkan suara yang cold dan icy kayak synth legendaris DX7 dari era '80an, tapi juga bisa untuk modern glassy keys dan agresif EDM bass. Meanwhile, Model:Samples — ya sesuai namanya — memainkan samples. Cuma perlu dicatat, dia bukan真正意义上的 sampler karena gak bisa record samples langsung; lo harus load samples lewat USB.
Kedua instrumen ini punya kemiripan yang lebih banyak daripada perbedaannya. Keduanya adalah 6-track grooveboxes dengan 6 velocity-sensitive pads dan banyak knob buat hands-on control. Secara visual pun hampir identik. Yang paling penting, keduanya dilengkapi Elektron’s legendary step sequencer yang jauh lebih approachable dibanding produk Elektron yang lebih mahal.
Kenapa Step Sequencer di Model Series Itu Gaspol?
Sequencer di Model series dibangun autour concept "trigs" dan "locks". Trigs basically events yang biasanya nge-trigger sebuah note, sementara locks itu step-specific settings. Kedengarannya simpel, tapi konsep ini bikin kedua groovebox ini jauh lebih powerful dari yang lo kira di atas kertas.
Fitur sound locks bikin lo bisa ganti samples atau presets per-step basis. Jadi meskipun Cuma punya 6 track, lo bisa make kick dan snare di track yang sama — asal gak pernah played secara simultaneously. Lo bisa taruh hi-hats dan percussion lain di track kedua, dan sisanya buat bass, melodic elements, dan apapun yang lo mau.
Ada juga trig conditions yang bikin lo bisa set rules kapan certain steps di-trigger. Misalnya: cuma trigger setiap tiga kali lewat loop, atau cuma kalau lo pencet fill button, atau kalau kondisi sebelumnya terpenuhi. Dengan 64-step pattern yang bisa di-chain together, lo bisa bikin arrangement yang kompleks dan evolving — hal yang biasanya cuma mungkin di gear yang jauh lebih mahal.
Fun Factor: Control-All & Live Performance
Nah ini bagian yang paling seru. Control-all adalah fitur yang memungkinkannya lo kontrol semua tracks secara simultan. Bayangin lo bisa bury seluruh track lo di reverb sambil crank up distortion dan lower pitch semua samples buat bikin mangled, chaotic breakdown. Terus dengan satu push tombol (function + pattern buttons), lo bisa undo semuanya dan drop the beat lagi. Gila kan?
Dibanding gear Elektron lainnya yang sering dikeluhkan ribet dan banyak menu diving, Model series ini langsung approachable dan built for live performance. Tinggal push tombol buat trigger drum fill, tweak knob buat buka filter di bass, atau bathe lead melody di delay — semuanya instantly responsive dan fun.
Geek Opinion: Worth It atau Nggak?
Nggak ada yang sempurna, dan Model series juga punya flaws. Pads-nya cukup mediocre, loading samples via USB emang somewhat inconvenient, dan lack of polyphony (setiap track cuma bisa play satu note dalam satu waktu) agak mengecewakan.
Tapi dengan harga retail $349 (dan bisa dapat used units mulai dari $200 di Reverb atau Craigslist), ini adalah salah satu best deals di music hardware market. Buat lo yang pengen mulai masuk dunia produksi musik elektronik tanpa harus keluar uang segitu-gitu banget, Model:Samples atau Model:Cycles adalah starting point yang solid. Lo dapet step sequencer yang powerful, build quality yang solid, dan yang paling penting — instrument yang bikin lo pengen jam terus-terusan.
Jadi kalau lo masih ragu antara Novation Circuit Tracks atau Korg gear yang lebih mainstream, mungkin udah saatnya lo intip Elektron Model series. Siapa tau ini love at first touch buat lo.



