Oke jadi gue mau cerita soal drama yang lagi rame di dunia tech nih. Phia, aplikasi belanja yang baru launch April lalu dengan janji jadi "Google Flights-nya shopping" — alias bisa bandingin harga dari berbagai retailer — sekarang lagi diemin habis-habisan.
Soal Cookies yang Di-stuffing
Buat yang belum tau, konteks dulu ya. Bulan Juli kemarin, Bloomberg nge-publish investigasi tentang praktik cookie stuffing yang dilakukan Phia. Singkatnya, Phia ngaku sebagai afiliasi yang "membantu" lo checkout di retailer kayak Nike dan Nordstrom, padahal mereka sama sekali nggak punya kontribusi. Praktik ini literally mengambil credit dan komisi yang seharusnya jadi hak affiliate marketer lain. Dan kalau lo pikir ini cuma oops mistake — prepare to get ratioed.
Bloomberg terbaru ngeluarin reporting lanjutan yang lebih mencekik. Berdasarkan Slack messages yang bocor dan sumber internal, Phoebe Gates dan Sophia Kianni udah tau soal cookie stuffing ini sejak Desember — alias berbulan-bulan sebelum Bloomberg expose. Jadi waktu mereka bilang "kami baru tau waktu kalian kasih tahu" itu... well, let's just say sus banget.
Fitur, Bukan Bug — Literally
Ini yang bikin gue personally shocked. Dulu waktu pertama kali terungkap, pihak Phia nyebut itu "bug". Tapi menurut Bloomberg, ini literally fitur yang bisa di-switch on and off. Jadi tim engineering emang building ini sebagai fitur. Leaked Slack messages juga show kalau Gates dan Kianni ngomongin praktik ini bareng executives dan engineers — they were fully aware.
Dan yang paling brutal: cookie stuffing ini nambahin portion yang gede dari total sales Phia. Begitu mereka stop praktik ini, daily revenue mereka turun signifikan. Nah lo, jadi revenue lo tuh emang dari curang ya?
Gue Sih Personal Take
Kita ngomongin ini startup yang co-founded oleh anak Bill Gates here. Orang yang notabene founder perusahaan tech terbesar di dunia. Dan mereka apparently nggak bisa bedain mana practice yang legitimate dan mana yang bisa bikin startup mereka digugat? Atau lebih parahnya — mereka tau tapi milih diem?
Ditambah lagi, berdasarkan reporting Puck, Phia udah kehilangan hampir setengah dari total employees sejak awal tahun. Beberapa brand juga apparently nggak tau kalo mereka terdaftar di app Phia. Investor-investor yang tadi semangat-coach ternyata mulai getting the ick sama how aggressively Phia lean into affiliate marketing.
Jadi intinya, Phia bukan cuma ada masalah satu — mereka literally collecting sensitive user data diam-diam (tracking behavior across the web), ngelakuin cookie stuffing yang sekarang udah confirmed intentional, dan sekarang kehilangan karyawan kayak gak ada tomorrow. Red flag collection banget ini.
Kita liat aja gimana ending story ini. Tapi buat lo yang mau pake app kayak gini? Stay vigilant dan selalu verify sendiri ya.



