Jadi gini, gue lagi testing Retrospec Joe Rev 2 ini selama kurang lebih empat minggu, dan lo harus tau—setiap kali gue riding, kepala orang di jalan literally pada ngeheng ke arah gue. "Is that an adult riding a BMX bike?" Nah, pertanyaan itu yang terus muter di kepala mereka. Tapi yang bikin seru, semua pertanyaan itu ujung-ujungnya sama: Because it’s fun.
Spesifikasi dan Apa yang Lo Dapet
Oke, kita breakdown dulu teknisnya. Joe Rev 2 ini dipersenjatai dengan 500 Wh battery yang diklaim bisa nge-cover 60 miles alias sekitar 96 km. Baterainya removable, bisa di-lock/unlock pakai kunci, dan nge-charge dari red ke full dalam beberapa jam. Baterai ini berbobot sekitar 3 kg, jadi masih manageable buat lo yang mau nyimpen di backpack.
Untuk jantung pacunya, ada 750-watt rear-hub motor yang paired sama single-speed drivetrain. Lo dapet 5 level pedal assist plus throttle yang lokasinya di左手 handlebar—thumb switch, easy to use. Max speed? 20 mph atau sekitar 32 km/jam, which makes this a Class 2 e-bike. Bobot total? 56 pounds atau sekitar 25 kg—relatif ringan buat e-bike kategori ini.
Fitur lain yang gue suka:
- Frame triangle yang leganya pas buat nempelkan folding lock
- 3-inch tan wall balloon tires yang aesthetic banget
- Mechanical disc brakes dengan 180mm rotors
- 2x2.5 inch LCD screen yang nunjukin power level, battery life, dan speed
- UL 2849 & UL 2271 certified (buat keamanan sistem kelistrikan dan baterai)
Riding Experience: Fun tapi Ada Tapinya
Gue rasa lo harus tau bahwa this bike is NOT for the faint of heart. PAS (pedal assist) nya kick in cepat dan almost forceful—jadi kalo lo baru pertama kali naik e-bike, bersiap buat dikasih "boost" yang agak kejutan.
Hal yang gue appreciate:
- Frame size pas buat tinggi gue (5'6" atau 168cm)
- Set up dan parse info di display gampangnya kumat:
- Throttle nya responsive dan easy to reach
Hal yang bikin gue winced:
- NO SUSPENSION. Lo akan feel every single bump di jalan. Every. Single. One.
- Seat nya hard, plasticky, dan small. Jujur, pantat gue masih sakit sampe sekarang pas gue nulis ini.
Testing sama suami gue yang tinggi 5'8" juga dia regularly riding ke grocery store dan overall dia enjoy. Tapi kita berdua agree—seat ini red flag utama. Worth it buat lo invest di seat yang lebih comfy kalo lo planning buat daily commute atau maintain daily riding.
Kekurangan yang Perlu Lo Consider
Nah, ini part yang penting. Ada beberapa hal yang bikin gue hesitate:
1. Range takes a huge hit on hills
Anak gue (hampir 14 tahun, 5'10", 145 pounds) testing di daerah berbukit dan baterainya abis dalam 20 miles aja—padahal dia primarily pake throttle. Jadi ya, claimed 60-mile range itu... let's just say "optimal conditions" territory.
2. No battery IP rating for water resistance
Battery nya mounted di bottom of the down tube, posisinya strategis buat kehujanan. No IP rating = nervous kalo lo riding pas hujan lebat.
3. No cargo mount
Wishlist gue: ability buat bolt on basket atau saddlebags. Bike ini punya payload capacity 350 pounds, tapi nggak ada cara gampang buat naro groceries. Honestly, gue nggak yakin itu worth the trade-off buat reduced range, tapi tetap aja—missing feature.
4. This is NOT a real BMX
Kalo lo ngarep bisa do tricks, forget about it. Handlebars nya doang yang BMX-style. Everything else? Heavy, nggak nimble, dan nggak designed buat skate park. The only jumps and rail hops happening are in your imagination.
Geek Opinion: Gas atau Skip?
Jadi... should lo gaspol atau skip?
Gue akan kasih perspective ini: Joe Rev 2 itu occupy interesting niche antara:
- Murf Bikes Gigi Cruiser (Class 3, $1,995) yang lebih feature-packed dan beachy vibes
- Ride1Up Roadster V3 ($1,395) yang lighter dan lebih "normal bike feel"
Di harga $1,400, lo dapet sesuatu yang unique: retro BMX aesthetic yang appeals ke teens AND adults, well-priced, dan certified aman (UL certified = local bike shop bisa repair kalo lo break something). Plus, desainnya eye-catching abis—electric blue atau matte gray options, balloo tires, sama handlebars yang unmistakable.
Who should buy:
- Lo yang mau e-bike buat casual cruising
- Lo yang appreciate retro style dan pengen jadi center of attention
- Lo yang udah nyaman sama e-bikes dan ngerti limitationsnya
Who should skip:
- Lo yang butuh smooth ride dengan full suspension
- Lo yang tinggal di area hujan dan butuh water resistance
- Lo yang pengen real BMX buat tricks
- Lo yang budget conscious dan butuh fitur more practical
Verdict: 7/10. Fun, unique, dan worth the price for casual riding. Tapi ada beberapa compromise yang lo perlu siapin—kayak seat yang hard dan no suspension. Kalo lo bisa overlook those, gaspol aja. 🚴
Testing dilakukan selama 4 minggu di berbagai kondisi: flat terrain, hills, dan daily commuting ke grocery store.



