Siapa bilang manusia masih yang paling cepat? Tiangong Ultra, robot humanoid made in China, baru aja ngalahin rekor 100 meter legendaris milik Usain Bolt — dan ini bukan cuma rumor atau clickbait!
Nah, jadi gini ceritanya. Di acara World Humanoid Robot Games yang berlangsung di Beijing, Tiangong Ultra yang dikembangkan oleh Beijing Humanoid Robot Innovation Center berhasil menyelesaikan jarak 100 meter dalam waktu 9.39 detik, bandingin sama rekor Bolt di 2009 yang 9.58 detik — selisihnya emang nggak keliatan banyak, tapi di dunia athletics, ini difference that matters banget.
Yang bikin impressed, Tiangong Ultra nggak berhenti di situ aja. Robot ini juga berhasil nge-break rekor 400 meter dengan waktu 38.16 detik, melampaui rekor manusia (Wayde van Niekerk, 2016) yang 43.03 detik. Jadi bukan cuma sprint, endurance-nya juga nggak main-main.
World Humanoid Robot Games 2026 ini bisa dibilang kayak "robot olympics" — tahun ini ada 2.056 robot dari 16 negara yang ikutan, bersaing di berbagai kategori kayak sprinting, jumping, football, dan boxing. Jadi emang serius banget acaranya, bukan cuma demo atau pajangan doang.
Tapi bagian paling iconic dari semua ini? Videos of the robots crashing into padded walls after crossing the finish line. Soalnya robot-robot ini berlari dengan kecepatan tinggi dan nggak bisa berhenti dengan mulus, jadi mereka malah nabrak crash pad yang udah disediain. Beberapa video bahkan nunjukin ada parts yang rontok dan harus di-carry away pakai stretcher. Viewing this is both fascinating and slightly unsettling, tapi jujur ini bikin kita realized seberapa jauh teknologi bipedal robot udah berkembang.
Yang paling bikin thinking: apakah suatu hari nanti robot-robot ini bakal bisa berhenti dengan graceful kayak atlet manusia? Atau mungkin stopping gracefully itu skill yang perlu di-upgrade di versi berikutnya? Yang jelas, humanoid robots udah nggak bisa diremehkan lagi. They're fast, they're strong, and apparently they can beat Usain Bolt. The future is wild.



