Guys, news besar dari dunia autonomous vehicle nih! Waymo (yang ini anak perusahaan Alphabet alias parent company Google) baru aja umumin kalau robotaxi generasi terbaru mereka, yang namanya Ojai (dibaca "oh-hi"), sekarang udah bisa dipesenin sama semua rider di tiga kota besar AS: Los Angeles, Phoenix, dan San Francisco. Move ini bener-bener significant banget buat Waymo, soalnya mereka lagi push buat expand fleet-nya dengan kendaraan yang lebih murah buat dibikin, dioperasian, dan dimaintain.
Detail Teknis: Ojai vs Jaguar I-Pace
Nah, ini yang seru. Selama ini Waymo rely-on banget sama modified Jaguar I-Pace all-electric buat fleet robotaxi-nya yang udah ngelilingi 11 kota di US. Tapi jujur, Jaguar I-Pace ini lebih ke "stopgap solution" — alias solusi sementara buat jalanin bisnis sambil nunggu teknologi yang lebih mature. Nah, Ojai ini dilengkapin sama 6th-gen self-driving system yang modular, meaning sistem ini didesain buat bisa dipake di berbagai tipe kendaraan, bukan cuma satu model doang. Plus, ada Google Gemini AI yang berperan sebagai in-car assistant buat para riders — jadi lo bisa ngobrol sama mobil? That's next level sih.
Key Features yang Bikin Ojai Special
- Modular self-driving system — gampang di-upgrade dan bisa dipake di kendaraan lain
- Google Gemini AI integration — asisten AI di dalam mobil buat pengalaman lebih seamless
- Built on Zeekr SEA-M platform — foundation yang didesain khusus buat robotaxi dan delivery van
- Durable — dibuat buat withstand near-constant use 24/7
- Cheaper to build & maintain — ini kunci buat profitability jangka panjang
- Fleet expansion: Waymo planning roll out ke Denver, Las Vegas, dan San Diego akhir tahun ini
Tapi Ada Drama: Tarif Impor China
Nah, ini plot twist-nya. Ojai ini sebenernya minivan yang dibuat sama Zeekr — brand yang owned by China's Geely Holding Group. Waymo partner sama Zeekr dari 2021 dan udah testing prototype selama bertahun-tahun. Vehicles-nya dikirim tanpa Chinese connected-car tech, terus dirakit di Arizona facility Waymo dengan self-driving system mereka.
Tapi, under current U.S. trade policy, kendaraan yang dibikin di China kena steep import tariffs. MoffettNathanson (research firm dari New York) bilang Waymo on track buat bring 5.000 Ojai vehicles ke US sampai akhir 2026. Cuma bulan Juli aja, udah 725 Ojai yang masuk negara ini. Itu artinya fleet Waymo bakal lebih dari double dari Jaguar I-Pace yang ada sekarang. Investment yang gede banget buat sebuah company yang masih chase profitability.
Geek Opinion: Waymo Lagi Gaspol Banget
Kalau lo ngikutin perkembangan autonomous vehicle, lo harus admit kalau Waymo ini emang paling ahead di comparesion sama kompetitor lain kayak Cruise atau Tesla FSD. Mereka udah operate di 11 kota, nge-rollout kendaraan yang lebih murah dan lebih scalable, plus udah planning expansion ke lebih banyak kota.
Yang bikin impressed sih, justru strateginya: they're not rushing. Mereka masih maintain quality dan safety mientras nge-build infrastruktur buat scale up. Ojai ini bukan cuma kendaraan baru — ini adalah cornerstone dari commercial strategy Waymo buat eventually profitable.
Kapan nih Indonesia dapet robotaxi? 🤔
Sumber: TechCrunch



