Willy Myco: Sang 'Outlaw Chemist' yang Bikin Tutorial Sintesis LSD, OP atau Red Flag?
Lo tau gak sih, ada orang yang namanya William "Willy" Myco—pendeklaranya si Myco ini dari kata mycologist alias ilmuwan yang belajar soal fungi—yang bikin video tutorialstep-by-step cara sintesis narkoba dari nol? Yep, bener banget. Dia udah nge-post lebih dari 120 video di Patreon yang nunjukin proses pembuatan apa aja mulai dari LSD, DMT vapes, psilocybin mushrooms, mescaline dari kaktus, sampai 2C-B. Respect atau red flag sih? Tergantung lo ngeliatnya dari sudut mana.
Awalnya Cuma Niatan Baék
Jadi ceritanya, Willy ini umur 38 tahun, dulunya dari Boston tapi sekarang tinggal di Puerto Rico. Dia ngaku bahwa di tahun 2002, dia bikin DMT sendiri dengan mengikuti metode ekstraksi ilmiah yang udah dipublikasikan. Pengalaman itu jadi turning point banget buat dia karena lagi depresi berat setelah orang tuanya cerai dan om-nya meninggal. Dia bilang kalau di-trip DMT itu dia seperti commune sama om-nya yang udah meninggal.
"These are sacraments; these are medicines," kata Myco. Intinya, dia ngerasa substances ini bukan sembarang barang—ini sesuatu yang sakral dan medis.
Gary Bikin Video LSD Sintesis Pertama di Dunia
Nah, yang bikin heboh terakhir adalah video Halloween 2024-nya. Myco klaim kalau tutorial sintesis LSD selama tiga hari itu adalah "the world's first" yang direkam. Video itu biaya puluhan ribu dolar untuk diproduksi dan dia syuting di sebuah lab universitas di Pakistan yang dapat persetujuan pemerintah buat riset ilmiah.
Di video itu, collaborator chemist-nya nunjukin lab flask berisi cairan hijau-biru yang diklaim 100% pure LSD. Tapi yang jadi masalah—no test dilakukan di kamera buat konfirmasi identitas substansi itu.
Hamilton Morris, expert psychedelic chemistry dan host Hamilton's Pharmacopeia di Vice, langsung called out video itu. Dia bilang dengan "absolute certainty this is not 100 percent pure LSD." Warna hijau-biru yang ditunjukin juga jadi red flag buatnya karena nggak pernah didengar dalam konteks LSD synthesis.
Myco当然 ajanggak terima sama kritik tersebut. Dia akuin ada minor errors dalam presentasi tapi bersikeras rutenya sintesis itu udah lama ada dan established.
Platform-Platform Digecek, Tapi Bisnis Tetep Jalan
YouTube channel "Willy's World"-nya yang punya 96.000+ followers baru aja di-takedown setelah Wired hubungi platform tersebut. Patreon-nya dengan 14.500+ subscribers juga ikutan di-ban dengan alasan "providing instructions around the creation of controlled substances."
Tapi Myco nggak kapok. Dia bilang bakal lanjutin pekerjaannya lewat Discord dan website-nya. "The more people know about something, the safer they are," katannya.
Dokumen pendapatan yang dia bagikan ke Wired nunjukin kalau dia potentially earns well into six figures per tahun. Selain dari Patreon, dia juga jual mushroom genetics, merch (dengan slogan "Love My Country But Fuck The Government"), dan jasa konsultasi buat mushroom growers.
Robin Hood-nya Dunia Psychedelic?
Pendukung Myco ngeliat dia sebagai democratizing psychedelic knowledge—ngambil pengetahuan dari tangan akademisi, dealers, dan gatekeepers, terus kasih ke orang-orang biasa. Dennis Walker, host Mycopreneur podcast, bilang: "People have kind of grown up with him, like they first learned how to cultivate mushrooms by watching Willy Myco videos."
"Willy is the god and fuck ANYONE who has anything negative to say about him," kata Reggie Harris, cofounder Hyphae Labs. "Ask them what they have done to build community."
Myco juga organize vacations setiap tahun buat lebih dari 30 follower-nya ke Disney World dan Sedona, Arizona buat "Tripaween"—satu event di mana mereka bakal ikut San Pedro cactus ceremony sama shaman Native American Navajo.
"We're tripping all the time and just partying, having fun like rock stars," katanya. "If it wasn't for the [Trip Team family] I don't know where I would be."
Geek Opinion
Oke, jujur aja—ini topik yang tricky banget. Di satu sisi, ada argumen valid soal harm reduction. Kalau orang tahu cara bikin substansi dengan benar dan чисто, mungkin efek samping berbahaya bisa diminimalisir. Tapi di sisi lain, bikin tutorial sintetis narkoba—bahkan dengan niat edukasi—itu obviously bermasalah secara hukum dan etis.
Hamilton Morris yang seorang chemist bersertifikat aja mempertanyakan validitas sainsnya. Jadi wajar sih kalau lo skeptis. Confidence yang ngejar-ngejar science tanpa validasi independen itu bukan edukasi, itu lebih ke misinformation waiting to happen.
Apapun pandangan lo soal Myco, satu hal yang jelas: ini jadi case study menarik soal batas-batas edukasi, aksesibilitas pengetahuan, dan regulasi substances di era digital. Lo agree atau disagree sama metodenya? Drop komentar lo di bawah.



